RABU, 12 DESEMBER 2018 – Renungan Malam

48 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 December 2018        


 

MINGGU ADVEN II

KJ.432 – Berdoa

SIAPAKAH YANG KITA PERCAYA?

Yohanes 5:41-47
Aku datang dalam nama BapaKu, dan kamu tidak menerima Aku {ay.43a)

Tuhan Yesus membuat kesimpulan yang tepat: manuaia tidak percaya kepada-Nya tetapi percaya kepada orang lain. Umat Perjanjian sampai sekarang tetap menolak Tuhan Yesus Kristus sebagai Mesias. Mereka sangat percaya kepada Musa, pemimpin Israel yang telah membawa turun dari gunung Sinai Sepuluh Hukum Taurat. Musa telah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Tetapi yang sebenarnya memimpin Israel keluar dari Mesir dan memberikan Dasa Titah itu adalah Allah Yahweh.

Tuhan berkata bahwa Musa telah menulis tentang Diri-Nya. (Kejadian 3:15; Bilangan 21:9, 24:17, dan Ulangan18:15.). Tuhan Yesus membandingkan Diri-Nya dengan Musa. Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Esa, kini harus diterjemahkan menjadi Allah yang Eka. Maksudnya, Ia diutus oieh Allah Bapa ke dalam dunia. Namun Ia ditolak. Mengapa? Oleh sebab mereka tidak mempunyai kasih akan Allah. Pernahkah Anda berpikir mengapa orang tak mau percaya kepada Tuhan Yesus? Alasannya sama, sebab mereka tidak dapat mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa atau Eka itu. Allah yang Esa atau Eka inilah yang sebutan umumnya adalah satu-satunya Allah.

Dalam Tuhan Yesus mereka tidak melihat kemuliaan Allah, sebab mereka tidak mengasihi Allah. Tuhan Meskipun Yesaya melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Yesus itu, tetapi mereka tidak percaya. Dalam Yohanes 12:42-43 dinyatakan: “Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah”. Bagaimana dengan kita dan anak-anak kita? Percayalah Yesus! Bacalah Roma 2:29.

KJ. 432
Doa : (Janganlah kami mencari kemuliaan bagi diri kami, lalu mencampakkan Tuhan bagi keuntungan materi)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *