Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

RABU, 12 JUNI 2019 – Renungan Malam

 

MINGGU PENTAKOSTA

GB.248:1,4 – Berdoa

MEMANUSIAKAN MANUSIA

Ulangan 15:12-18
Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa. (ay.13)

Perbudakan terjadi ketika keinginan manusia yang kuat untuk menguasai dan mengontrol orang lain yang lemah demi memenuhi kebutuhan dan kepentingan dirinya. Perbudakan terjadi ketika orang miskin dan lemah terpaksa menjual dirinya karena tidak mampu membiayai hidup atau membayar hutangnya. Memang, ada juga sistem penataan masyarakat yang telah terbangun menurut kelas, bahwa ada kelas bangsawan, kelas menengah dan kelas para hamba/budak yang bertugas untuk melayani para bangsawan. Perbudakan adalah tindakan yang cenderung memperlakukan manusia sebagai obyek tidak berharga; bukan sebagai subyek yang berharkat dan bermartabat sama sebagai ciptaan Tuhan. Padahal Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah; sama dan setara; semua berharga di hadapan Allah.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin umat Israel yang baru bebas dari perbudakan, Musa menyajikan suatu tatanan baru terkait perbudakan; bahwa perbudakan, karena alasan apapun, tidak boleh berlangsung selamanya; tetapi ada batas waktu, yaitu sampai tahun keenam. Tahun ketujuh para budak harus dibebaskan/dimerdekakan; dibiarkan kembali ke rumah dan tanahnya, tidak dengan tangan hampa, tetapi dengan bekal kambing domba, untuk keperluan membangun hidupnya. Kecuali budak yang memutuskan untuk tidak mau keluarga dan tetap tinggal untuk melayani tuannya karena sangat mengasihi tuannya. Ia harus diberi tanda tindik di telinganya dan menjadi budak selamanya.

Memanusiakan manusia adalah tindakan mengangkat, memulihkan dan mengembalikan harkat dan martabat sesama manusia agar sama, setara dan berharga di hadapan Tuhan dan sesama. Pemerintah, terutama Gereja, memiliki tugas untuk memerdekakan manusia dari segala bentuk perbudakan dan mengangkat serta memulihkan harkat dan martabatnya.

GB 248:5,6
Doa : (Tuhan, tolong kami untuk memanusiakan sesama melalui karya nyata)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.