RABU, 12 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

44 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 September 2018        


 

KJ.252 : 1 – Berdoa

MELAMPAUI PERBEDAAN

Roma 15:1 13
“…. terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (ay.7)

Orang Kristen non Yahudi memahami bahwa keselamatan dan cinta Kristus cukup memberi ruang gerak yang bebas merdeka untuk meneruskan cinta dalam perjumpaan dengan yang lain (disebut mereka yang kuat; ‘yang makan‘). Sementara orang Kristen Yahudi, masih merasa bahwa warisan tradisi-tradisi agama leluhur tetaplah harus terlekat melengkapi penebusan Kristus (yang lemah; yang tidak makan). Paulus mengangkat kecenderungan umum diantara kedua kelompok tersebut, dimana yang kuat cenderung “menghina dan yang lemah cenderung menghakimi”. Kehancuran sudah pasti menjadi bahaya yang mengancam hidup persekutuan bila perbedaan ini terus ditajamkan. Nasihat Paulus, “Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan….dst”. Kata menanggung bisa berarti menahan diri, bersabar. Intinya yang kuat justru diuji kekuatannya dalam sikap mau menerima dan memahami keterbatasan pemahaman yang lemah, tanpa merasa lebih baik daripada yang lemah sehingga cenderung menghina atau memandang rendah. Hal ini yang tidak mudah, karena banyak orang tidak sabar serta mau mengambil risiko menderita, serta memilih mencari kesenangan sendiri. Rasanya lebih gampang bilang : “EGP = Emang gue pikirin….”.

Namun, pada titik itulah yang membedakan kita hidup dalam satu komunitas persekutuan orang percaya. Kristus membuat kita mampu melampaui perbedaan, mau menanggung risiko tidak nyaman demi memahami keterbatasan orang lain sembari tetap optimis berharap bahwa satu saat mereka pun akan sampai pada pemahaman yang benar. Hidup rukun adalah sebuah karunia (hadiah) dari Allah yang dapat diterima bila ketekunan, kesabaran, kesediaan untuk saling mendengar lebih berkuasa menggerakkan setiap wajah dan hati umat yang hidup dalam persekutuan. Maukah kita menerima karunia itu?

KJ. 252; 4
Doa : (Ya Tuhan Maha Baik, berilah kami Roh kelembutan hati agar dapat menerima kekurangan serta kelebihan diri kami sendiri dan orang lain. Ajar kami dapat saling menopang dalam kelemahan dan kekuatan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *