RABU, 17 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

29 Kali dibaca, Diterbitkan: 17 October 2018        


 

KJ.433 : 1 – Berdoa

SUKACITA BERBAGI

2 Korintus 8:1-9
… meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (ay.2b)

Terinspirasi oleh pepatah China, Habsari Budhi Utami bersama temannya, Sonnie Wicaksono, sepakat mendirikan Warung Ikhlas. Tujuannya hanya satu, ingin berbagi dengan sesama dan menjadikan hidup lebih bermanfaat. Pepatah itu sendiri berbunyi: “Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama satu jam, tidur sianglah. Jika Anda menginginkan kebahagiaan untuk satu hari, pergilah memancing. Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama satu tahun, warisilah kekayaan. Jika Anda menginginkan kebahagiaan seumur hidup, bantulah seseorang. “Ide Warung ikhlas tercetus pada 2012. Pada Februari 2013, Warung ikhlas mulai beroperasi. Setiap hari, 250 nasi bungkus dijual seharga Rp 2.000 kepada para pemulung sampah dan keluarganya di 6 lokasi penimbunan sampah. Total dalam setahun terdistribusi sebanyak 75.000 bungkus.” Ini merupakan capaian yang luar biasa. Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa berbagi atau memberi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin atau berkekurangan. Justru ada sukacita yang melimpah-limpah saat kita memberi. Hal yang sama terlihat dalam perikop firman Tuhan yang kita renungkan hari ini. Jemaat-jemaat Makedonia adalah jemaat yang SANGAT MISKIN, namun mereka KAYA dalam kemurahan (ay. 2). Tidak hanya memberi menurut kemampuan, mereka juga memberi MELAMPAUI kemampuan.

Ini sesuatu yang tidak mudah karena pasti ada pengorbanan. Sungguh, teladan yang patut kita tiru. Jadi, sudahkah kita berbagi hari ini? Mungkin, tidak hanya materi, kita dapat berbagi kasih, perhatian dan banyak hal yang bisa jadi lebih bernilai dari harta semata. Tidak usah menunggu saat berkelimpahan untuk berbagi karena manusia biasanya susah untuk merasa cukup. Oleh karena itu, daripada kita diperbudak dengan perasaan tak pernah puas, mulailah untuk bersyukur dan berbagi. Apakah kita berkekurangan dalam kelimpahan atau berkelimpahan dalam kekurangan, tentu kita sendiri yang akan memilih dan memutuskan.
Selamat memilih!

KJ.433 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kiranya kemurahan hati Engkau anugrahkan dalam kehidupan kami sehingga kehidupan ini menjadi berarti)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *