Rabu, 2 Mei 2018 – Renungan Malam

95 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 May 2018        


 

Minggu IV Sesudah Paskah

Rabu, 2 Mei 2018
Renungan Malam

MELIHAT RANCANGAN TUHAN DAN TINDAKAN KITA DI DALAMNYA

Rut 4:13-17
“Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, …” (ayat 17)

Melihat renungan beberapa hari terakhir tentang Kitab Rut telah membawa kita untuk menyimpulkan bahwa Kitab Rut memberi kesaksian tentang suatu kenestapaan yang dapat berakhir dengan kesukacitaan. Tidak salah. Tetapi, ingat, hal itu terjadi karena ada rencana Tuhan di sana, dan di rencana itu Tuhan hadir melalui hikmat.

Perikop ini mengajak kita untuk merenungkan tentang satu rencana Tuhan dan bagaimana Tuhan bekerja melalui satu peristiwa dan orang-orang tertentu untuk menjalankan rencana-Nya itu. Mari belajar dari Rut. Ia melalui kenestapaan dengan kesetiaan, dan hikmat Tuhan. Untuk menyingkapkan rencana-Nya, Tuhan bekerja melalui orang-orang seperti Boas, dan Tuhan melengkapi orang-orang yang menjadi alat-Nya dengan hikmat.

Di dalam kehidupan manusia yang penuh nestapa, Tuhan bekerja menjalankan rencana-Nya. Melalui pernikahan Rut dan Boas, Rut menjadi nenek moyang dari Raja Daud. Perhatikan Matius 1:1 yang menyatakan: “inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” Kini, mari kita bertanya apakah rencana Tuhan bagi diri kita masing-masing, keluarga kita, jemaat kita dan masyarakat kita? Sesungguhnya, tidak mudah memahami rencana Tuhan di dalam hidup ini. Bahkan, ketika kesulitan melanda, justru kesulitan itu membuat kita larut dan tenggelam di dalamnya sehingga kita tidak bisa melihat rencana Tuhan di tengah kesulitan tersebut.

Hikmat Tuhan menuntun Rut untuk setia, dan mengisolasi semua keinginannya. Rut peka bahwa kesetiaannya dituntun oleh Tuhan. Rut tahu bahwa kesetiaannya tidak membawanya kepada celaka. Di sisi yang lain, hikmat Tuhan menuntun Boas untuk tidak melakukan penyalahgunaan hal baik yang ia miliki, yaitu kuasa dan kekayaannya, di saat Boas dipakai Tuhan untuk menyatakan rencana-Nya. Boas tidak menyalahgunakan hal baik yang dimiliki untuk mengeksploitasi Rut, dan menyalurkan keinginannya sebagai suatu exchange (pertukaran) dengan kebaikan yang ia berikan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *