RABU, 22 AGUSTUS 2018 – Renungan Malam

54 Kali dibaca, Diterbitkan: 22 August 2018        


 

RABU, 22 AGUSTUS 2018
Renungan Malam

KJ.5 : 1 – Berdoa

TAK PERNAH SETENGAH HATI

Keluaran 34:10-17
Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada Allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.” (ayat 14)

Dalam pengalaman naik KRL jurusan Bogor ke Jakarta, saya menjumpai seorang ibu dengan dua anak, yang pertama berusia sekltar 6 tahun dan yang kedua berusia sekitar 4 tahun. Sepanjang perjalanan si ibu sibuk dengan ponselnya, kedua anaknya lompat-lompat, teriak-teriak, tarik-tarik pakaian si ibu seolah memberi kode bahwa mereka ingin diperhatikan. Si ibu tetap asyik dengan ponselnya sampai salah satu anaknya jatuh karena kereta berhenti dan mereka dalam keadaan berdiri.

Tidak ada orang yang senang dengan perhatian yang setengah hati, dan tidak ada yang suka dengan kasih sayang yang terbagi. Dalam bacaan ini, Tuhan menyebutkan diri-Nya sebagal Allah yang cemburu (ayat 14). Penegasan ini memperkenalkan siapa Allah yang kita sembah, sekaligus penekanan bahwa Ia tidak ingin didua-kan dengan “allah” lain. Ungkapan ini juga menyatakan bahwa Ia tidak ingin ada perhatian dan kasih sayang yang terbagi. Sebab pada ayat 10-11, apa yang dilakukan Allah itu dahsyat. Dia berkuasa melakukan segala sesuatu, bahkan menentukan hidup mati bangsa, dan Allah mengerjakannya secara total karena kasih-Nya yang sempurna kepada manusia. Sehingga melalul umat Israel, seluruh bangsa melihat perbuatan Tuhan yang dahsyat.

Harapannya adalah umat tidak berpaut pada yang lain, karena dengan begitu mereka tidak dapat menjadl cerminan kemuliaan Tuhan dan tidak menghormatinya. Bacaan ini kembali mem perlihatkan kepada kita sisi Allah yang adil dan tegas. Ia tidak ingin diduakan, tidak ingin ada yang lain di hati umat dan tidak ingin ada perhatian yang setengah hati.

Malam ini, kita diajak untuk mencintai Allah secara total, karena Ia mengasihi kita dengan sungguh dan tak pernah setengah hati. Jangan biarkan kita merusak hubungan yang baik sebagai umat Allah dengan Allah yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam hidup kita.

KJ. 5 : 6,7
Doa : (Tuhan ajarkan kami mengasihi-Mu dengan sepenuh hati)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *