Rabu, 22 November 2017 – Renungan Malam

107 Kali dibaca, Diterbitkan: 22 November 2017        


MINGGU XXIV SES .PENTAKOSTA
RABU, 22 NOVEMBER 2017
Renungan Malam
KJ. 436 : 1,2-Berdoa
MENGASIHI SEPERTI TUHAN

Nehemia 9 : 28 – 31
Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulangkali, karena kasih sayang-Mu (ay.28)

Dua orang ibu bertetangga, sama-sama Kristen, berkelahi garagara banyak hal. Soal anjing lah, soal anak lah, soal motor berisiklah, soal radio keras-keras lah dan menyalahkan tetek bengek lainnya. Setiap berkelahi mereka selalu berkata satu sama lain “Kamu duluan sih !”, yang satu menyambung : “Kamu yang duluan, tiap hari ada saja yang dipersoalkan !”. Nampaknya kedua ibu itu tidak mau saling mengalah, tetapi maunya menang saja.

Bacaan malam ini, menggambarkan sikap nenek moyang Israel terhadap Allah. Mereka selalu menganggap diri benar daripada A llah. Mereka merajuk, dengan cara sengaja menyakiti hati Allah. Mereka melakukan apa yang dilarang-Nya. Kalau Allah menghukum mereka berteriak minta ampun, kalau sudah diampuni berbuat kejahatan lagi. Kata kesaksian Israel generasi pembuangan : “Berulangkali Allah menolong mereka”, tetapi Allah yang terus sabar dengan kasih-Nya sedangkan mereka tidak bertobat secara serius atau sungguhan. Sikapjahat yang memalukan, seperti dua ibu di atas yang bertengkar tidak berkesudahan.

Seringkali kita terlibat perselisihan dengan sesama. Saling menyalahkan yang tiada berakhir. Lanjutannya, saling cari gara-gara, saling menyakiti agar bertengkar lagi, tidak puas kalau belum ada yang K.O.

Tuhan Yesus mengajar kita, untuk mengampuni sesamamu 7x7x7 kali. Artinya sabarlah, seperti Allah terhadap nenek moyang Israel. Tirulah kesabaran Allah karena kasi-Nya besar. Sabar itu emas, lebih mulia dari pada menang dengan merekayasa kejahatan. Kepuasan hati yang menang dalam kejahatan akan berakhir pada penghakiman Allah yang tidak bisa dilawan. Menimbun dosa bagi api neraka.

KJ.436: 3
Doa : (Tuhan tolong aku untuk jadi orang sabar seperti Engkau)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *