Rabu, 22 November 2017 – Renungan Pagi

142 Kali dibaca, Diterbitkan: 22 November 2017        


MINGGU XXIV SES .PENTAKOSTA
RABU, 22 NOVEMBER 2017
Renungan Pagi
KJ.297 : 1-Berdoa
KASIH DALAM HUKUMAN

Nehemia 9: 16 – 27
Lalu Engkau menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka yang meyesakan mereka… (ay.27)

Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia”, demikian kata Daud dalam Maz 103:8. Atau seperti kata rasul Paulus: “Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-Iimpah” (Roma 5:20b). Mungkin karena sifat Tuhan itulah maka banyak orang memanfaatkannya bagi kehidupan dalam dosa. Itu pengalaman nenek moyang Israel di hadapan Allah ketika mereka mengembara di padang gurun.

Dalam bacaan pagi ini, Neh 9:16-27, terungkap bagaimana nenek moyang Israel berperilaku terhadap Allah yang pengasih dan penyayang, yang menjadlkannya umat kesayangan-Nya. Mari kita lihat, apa yang Allah perbuat untuk dosa-dosa nenek moyang Israel itu ?

Pada ayat 27, Allah menyerahkan mereka ke tangan musuh di sekitarnya. Musuh-musuh itu menjajah mereka dan membuat mereka sangat menderita. Akhirnya mereka berseru minta tolong kepada Allah. Lalu Allah menunjukan kasih-Nya, Ia mengampuni dosa mereka dan melepaskan mereka dari tangan musuh dan penderitaan mereka. Israel yang baru pulang dari pembuangan itu melihat kasih Allah dalam hukuman yang diberikan kepada nenek moyangnya. ltulah yang mereka saksikan dalam Neh 9:16-27 yang kitabaca pagi ini.

Janganlah memanfaatkan kasih dan kebaikan Allah untuk berbuat dosa atau menyembunyikan dosa kita. Ia maha tahu dan bukan membiarkan. Tapi demi kasih-Nya kepada kita, maka Ia akan menghukum kita pada situasi yang tidak kita kehendaki. Supaya kita menderita dan bertobat, Ialu Ia akan menolong kita, Dalam hukuman Allah ada kasih yang menyelamatkan kita. Lebih baik tidak berbuat dosa, agar kita selalu mengecap kebaikan dalam kasih-Nya sepanjang waktu. lngatlah bahwa tidak ada dosa yang tidak dihukum oleh Allah.

KJ.297 : 1,3
Doa : (Bukalah mata hatiku Tuhan, agar ku menyadari dosaku dihadapanMu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *