RABU, 26 JUNI 2019 – Renungan Pagi

12 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 June 2019        


 

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

GB.100 : 3 – Berdoa

KEADILAN BERGULUNG-GULUNG

Amos 5:21-24
Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir (ay.24)

Apa jadinya jika TUHAN menolak ibadah kita dan persembahan yang kita berikan kepada-Nya. Bagaimana jika seluruh ritus perayaan yang dilakukan sebagai orang percaya justru tidak menyenangkan Allah? Kondisi ini pernah terjadi di zaman Amos. Tuhan menolak peribadahan mereka (ay.21), Dia tidak berkenan terhadap semua
yang dipersembahkan oleh umat Tuhan.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan hidup bangsa ini yang jauh dari Tuhan. Praktek keagamaan mereka hanyalah kedok dan bukan ketulusan. Mereka seharusnya memperhatikan kehidupan orang-orang yang lemah dan miskin dan bukan memeras mereka (4:1); merobah kehidupan keagamaan mereka yang penuh dengan kemunafikan. Terlihat kudus praktek keagamaan mereka, namun sesungguhnya penuh dengan kejahatan (414-5). Bahkan yang paling mengerikan mereka telah mengubah keadilan menjadi ipuh (7:1) dan tidak lagi menerima teguran untuk merubah prilaku jahat mereka dan justru sebaliknya orang lemah terus menjadi korban ketidakadilan (5:10-11). TUHAN Allah Israel tidak menuntut aspek ritual yang palsu. Ia menginginkan prilaku ibadah yang aktual yakni menegakkan kebenaran dan keadilan.

Jika kita sibuk dengan ibadah ritual, tetapi tidak mengupayakan kebenaran dan keadilan datang bergulung-gulung di sekitar kita, maka sesungguhnya kita gagal mewujudnyatakan ibadah ritual dalam prilaku aktual. Memang benar bahwa keadilan dan kebenaran tidak dapat diputar-balikkan sebagaimana renungan hari Selasa
kemarin. Tetapi kita juga dipanggil untuk menjadi alat Tuhan menghadirkan kebenaran dan keadilan itu bagi banyak orang. Jika kita hanya berseru: “datanglah keadilan dan kebenaran bergulung-gulung bagi bangsa ini”, namun kehidupan kita jauh dari kebenaran, prilaku hidup kita tidak mewujudkan keadilan bagi sesama,
maka bagaimana mungkin kebenaran dan keadilan itu akan terwujud? Karena itu jangan tunda, mulailah mewujudkan ibaclah ritual dalam prilaku aktual kita.

GB.100 : 4
Doa : (Tuhan, pakailah kami menghadirkan keadilan dan kebenaran itu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *