Rabu, 28 Februari 2018 – Renungan Pagi

96 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 February 2018        


 

Minggu V Pra Paskah

Rabu, 28 Februari 2018
Renungan Pagi

KEMENANGAN AKHIR

Wahyu 20:7-10
“Ibilis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya”

Apa yang terjadi di akhir zaman? Kitab Wahyu pasal 20 ini mengisahkan penglihatan Yohanes tentang Milenium atau Kerajaan Seribu tahun. Sebuah gambaran tentang satu masa yang genap sempurna. Pada masa itu Iblis dibelenggu, dijerumuskan ke dalam jurang maut. Sementara di pihak lain orang-orang kudus dan para martir dibangkitkan serta turut memerintah bersama Tuhan di takhta-Nya. Apakah yang terjadi ketika masa seribu tahun itu berakhir? Secara singkat ayat 7-11 mengutarakan dua hal.

Pertama, perlawanan Iblis yang semakin memuncak. Untuk sedikit waktu saja iblis dibebaskan. Meskipun dalam sedikit waktu, Iblis berusaha keras menghancurkan kehidupan yang damai. Iblis merajalela menyesatkan bangsa-bangsa. Nama Gog dan Magog melambangkan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (bnd. Yeh.38:2 dan 39:1). Mereka yang telah disesatkan oleh Iblis jumlahnya sangat banyak, digambarkan seperti pasir di laut. Mereka menyerang untuk menghancurkan orang-orang kudus.

Kedua, hukuman Allah yang semakin memuncak. Tidak hanya membelienggu kekuatan Ibis, tetapi menghancurkannya. Allah yang Mahakudus tidak tinggal diam. Ia hadir dengan penghukuman puncak-Nya melalui api dan belerang. Kuasa-Nya tiada tertandingi. Ia mencampakkan Iblis dan pengikutnya ke dalam api penghukuman abadi.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *