Rabu 29 Juli 2020 – Renungan Malam

24 Kali dibaca, Diterbitkan: 29 July 2020        


Minggu VII Sesudah Pentakosta

♪ KJ. 367 : 1 – Berdoa

Upah Dari Kesetiaan

  Yosua 14 : 6 – 15

Ketika bangsa Israel tiba di padang gurun Paran, Tuhan menyuruh Musa mengutus 12 orang mengintai tanah Kanaan (Bilangan 13:1-22). Yosua (suku Efraim-Yusuf) dan Kaleb (suku Yehuda) adalah 2 pengintai yang membawa kabar baik. Merka yakin bahwa Allah yang akan menyerahkan negeri itu kepada bangsa Israel sementara yang 10 pengintai malah pesimis.

Satu waktu stelah pembagian tanah kepada suku-suku Israel rampung, Kaleb menghadap Yosua. Ia meminta bagian tanah yang telah dinyatakan Musa sebelum wafat karena dirinya sudah memberikan motivasi kuat bagi segenap bangsa untuk menaklukan negeri itu. Kata Musa (ayat 9); oleh karena Kaleb telah mengikuti perintah dan percaya kepada Tuhan dengan segenap hati tentang janji-Nya bagi bangsa Israel, maka ia akan mendapatkan bagian tersendiri. Sejauh tapak kakinya menapak, maka seluas itulah bagian pusakanya.

Perikop bacaan ini menyatakan bahwa Kaleb mensyukuri berkat Tuhan dibalik keyakinannya yang kuat terhadap kausa Tuhan. Kaleb hendak mengakui bahwa keyakinan pada Tuhan tidak sia-sia. Ada upah yang akan menjadi bagiannya untuk ia nikmati di masa tuanya. Ketika ia dalam usia muda, ia berjuang bersama saudara sebangsa untuk meraih janji Tuhan, maka inilah waktunya yaitu di masa lanjut usianya, ia menikmati kemurahan Tuhan. Yosua memberikan wilayah Hebron menjadi kepunyaan Kaleb dan keturunannya. Ternyata hanya Kaleb dan Yosualah yang diijinkan Tuhan memasuki negeri perjanjian itu (Bilangan 14:30).

Sesungguhnya Tuhan Allah sangat mengasihi orang-orang yang percaya dan berserah pada penyertaan-Nya dengan segenap hati. Tuhan mengingat segala jerih lelah umat-Nya saat berusaha sekuat tenaga untuk taat pada firman-Nya. Ia memberikan upah yang sepadan bagi mereka yang taat dan percaya pada-Nya. Amin

♪ KJ. 367 : 5,6

Doa : (Ya Bapa, kuasailah hati kami agar dapat selalu mengasihi-Mu dan percaya pada janji-Mu. Amin)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *