RABU, 30 JANUARI 2019 – Renungan Pagi

61 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 January 2019        


 

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

KJ.467:1 – Berdoa

STOP FITNAH!

Yakobus 4:11-12
“Saudara-saudara, janganlah kamu saling memfitnah!” (ay.11a).

Saat ini kita sering kali melihat berita-berita tentang ujaran kebencian. Ujaran kebencian adalah istilah yang dipakai untuk bahasa-bahasa negatif di media sosial untuk menjatuhkan seseorang. Sebagai contoh, seseorang menyebarkan informasi yang tidak benar tentang seseorang. Hal ini merupakan suatu tindak kriminal saat ini. Sesungguhnya ujaran kebencian ini sudah merupakan suatu tindak kriminal dari masa lampau. Ujaran kebencian lebih dikenal dengan fitnah. Kita mengetahui ada pepatah yang mengatakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Bacaan pagi ini memberikan suatu peringatan mengenai fitnah. Fitnah adalah suatu informasi yang tidak benar mengenai seseorang dari seseorang. Pada masa itu, informasi disebarkan dari mulut ke mulut. Asal mula fitnah tentu dari iri hati atau kebencian terhadap seseorang. Iri hati atau kebencian memungkinkan seseorang berusaha menghancurkan orang lain dengan cara-cara yang tidak baik, salah satunya fitnah.

Fitnah merupakan suatu pelanggaran hukum. Dengan melakukan fitnah, seseorang telah menghakimi orang lain berdasarkan bukti palsu. Itu berani orang yang melakukan fitnah menganggap dirinya berada di atas hukum sehingga ia bisa mempermainkan hukum demi kepentingan pribadinya. Padahal, penulis surat Yakobus menegaskan hanya ada satu pembuat hukum yaitu Tuhan. Hanya Tuhan sajalah yang mampu menghakimi seseorang berdasarkan hukum-Nya. Manusia seharusnya tidak mempermainkan hukum, melainkan menjadi sosok yang mematuhi hukum.

Penulis surat Yakobus memperingatkan kita ada risiko di balik fitnah. Risiko itu secara khusus ditimpakan bagi seseorang yang terbiasa melakukan fitnah. Itu berarti ia terbiasa untuk menghakimi orang lain dengan hukumnya sendiri. Hanya ada dua pilihan dari Tuhan bagi orang demikian yaitu selamat atau binasa. Seperti ada pepatah yang berkata bermain dengan api dapat membuatmu terbakar. Begitu pula orang yang bermain dengan hukum, ia akan mendapatkan hukumannya sendiri dari Tuhan. Karena itu, berhentilah memfitnah dan mulailah mengasihi sesama kita. Ingatlah bahwa hukum yang paling utama adalah kasih.

KJ 467:3
Doa : (Tuhan, berilah hikmat kepadaku agar aku tidak iri hati dan berkata-kata yang tidak baik tentang sesamaku)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *