Rabu, 31 Januari 2018 – Renungan Malam

76 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 January 2018        


 

Minggu IV Sesudah Epifania

Rabu, 31 Januari 2018
Renungan Malam

BAGI YESUS KUSERAHKAN HIDUPKU SELURUHNYA

Efesus 4:25-32
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (ayat 32)

Malam ini pertanyaan bagi kita adalah, apakah kita telah menyerahkan seluruh hidup kita kepada Dia? Jika sudah, lalu apa yang saudara rasakan dan alami dalam relasi hidup, baik dalam dirinya, dengan sesama anggota keluarga, teman atau sahabat? Adakah yang baru yang telah kita alami hari ini? Mungkin iya, ada, tapi belum sepenuhnya. Mengapa belum sepenuhnya? Pertanyaan seperti ini akan membantu kita malam ini untuk membaca pikiran rasul Paulus terkait dengan kehidupan baru di dalam Yesus Kristus.

Manusia baru dimengerti sebagai pola hidup orang percaya yang telah dibaharui di dalam hati dan pikirannya. Dalam prakteknya, seorang yang telah dibaharui itu, menunjukkan sikap/perilaku yang tidak berdusta, marah tetapi tidak menyimpan dendam, tidak mencuri, berkata yang baik dan sopan serta tidak mendukakan Roh Kudus Allah (menghujat), juga kepahitan, geram, marah, bertikai dan fitnah serta kejahatan. Dalam kesempatan membaca dan merenungkan ulang isi firman Tuhan malam ini, baiklah kita coba menilai kembali (evaluasi diri) terhadap semua hal yang telah kita lakukan. Tidak perlu ada yang tahu apa yang saudara baca dan renungkan ketika dalam kenyataannya kita pun masih begitu egois. Tidak perlu malu untuk mengakuinya, sebab Tuhanpun tahu isi hati dan pikiran kita. Tuhan menghendaki kejujuran untuk mengaku bahwa memang belum sepenuhnya kita menyerahkan diri kepada-Nya. Jika demikian halnya, maka pengharapan di dalam Yesus Kristus mendorong diri, kiranya upaya memperbaiki perilaku yang tidak berkenan, tidak pantas dan salah mendapat tempat di hati Tuhan. Tuhan mengampuni kita dan sedia membaharui pola hidup kita yang tidak lagi berorientasi pada diri (egoisme) tetapi kepada Yesus Kristus.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *