Rabu, 4 April 2018 – Renungan Pagi

141 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 April 2018        


 

Minggu Paskah

Rabu, 4 April 2018
Renungan Pagi

PENGGENAPAN MELALUI MAKNA HARI RAYA

Imamat 23 : 1 – 8
Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap. (ay.4)

Kitab Imamat dikenal sebagai “Buku Panduan Imam” karena di dalamnya terdapat panduan pelaksanaan kurban dan upacara pengudusan. Setiap hari raya yang ditetapkan Allah mempunyai beberapa unsur sebagai berikut yaitu unsur pendamaian, unsur pengudusan dan unsur pengucapan syukur. Semua diatur dalam keteraturan dalam menjalankannya. Perikop hari ini menjelaskan tentang hari-hari raya umat. Yang pertama kali ditetapkan menga-wali hari-hari raya umat adalah penetapan mengenai Hari Sabat. Hari Sabat diadakan agar umat dapat membangun relasi intim dengan Tuhan dan menjalani hidup di dalam kebenaran Tuhan.
Hari-hari raya yang ditetapkan bagi Israel adalah perayaan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi. Perayaan Paskah dirayakan pada hari ke-14 bulan 1 yaitu bulan Nisan dan dimulai ketika matahari terbenam. Perayaan tersebut dirayakan di tengah-tengah keluarga (pada masa itu hanya terbatas pada kaum laki-laki saja). Pada perayaan Paskah itu dihidangkan sajian berupa daging domba dan roti tidak beragi yang mengingatkan Israel pada peristiwa luputnya anak-anak laki-laki sulung Israel dari maut di Mesir dan mengingat betapa terburu-burunya mereka keluar dari Mesir sehingga membuat adonan roti yang tak beragi. Bagi umat Allah masa lalu, penetapan hari-hari raya oleh Allah bagi umat-Nya memiliki makna yang dalam. Perayaan hari-hari raya itu mengikat Allah dan umat-Nya secara khusus.
Bila dunia merayakan hari-hari besarnya untuk mengingat suatu peristiwa penting yang telah terjadi di masa lampau. Berbeda dengan itu, hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan dimaksud untuk memperi-ngatkan kita melalui Alkitab akan peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi di masa mendatang sampai pada penggenapannya melalui pengorbanan Kristus. Mari memaknai setiap perayaan apapun dengan baik sehingga mendorong kita untuk memiliki pengharapan teguh di dalam Dia dan terus bekerja bagi kebaikan sesama.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *