Rabu, 4 Juli 2018 – Renungan Malam

20 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 July 2018        


 

Rabu, 4 Juli 2018
Renungan Malam

GB.101 : 1 -B erdoa

DIREMUKKAN UNTUK MEMULIHKAN

Yesaya 53 : 8-12
“…TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban. penebus salah …… ” (ay.10)

Tidak semua orang bersedia menderita untuk kepentingan banyak orang, apalagi jika ia sendiri mengalami penderitaan. Tentu saja kemungkinan untuk bersedia menghibur dan menguatkan di tengah penderitaan sebuah tindakan yang berat dan tidak umum dilakukan orang. Namun kita bisa belajar dari kesaksian Yesaya tentang hamba Tuhan yang disampaikan dalan bacaan kita malam hari ini. Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah.

Menurut rencana Tuhan. sang hamba berada dalam kesakitan untuk menebus banyak orang. Keralaan hati untuk berkorban dan rnengalami penderitaan bertujuan melepaskan banyak orang dari hukuman, membawa pada persekutuan dengan Tuhan di dalam damai sejahtera. Hasil dari pengorbanannya adalah berkat. Berkat itu, pertama, Ia akan melihat keturunannya dan umurnya lanjut. Kedua, kehendak Tuhan akan berhasil ditangannya. Kehendak Tuhan akan senantiasa ia laksanakan dalam kehidupannya. Ia berusaha untuk terus hidup berkenan dihadapan Tuhan. Ketiga, hidup dalam persekutuan yang mesra dengan Tuhan dan tidak lagi mengalami kesakitan, tetapi kesukaan hidup. Hidup dalam syallom, damai sejahtera.

Diremukkan untuk memulihkan. Kesakitan-kesakitan yang banyak kita alami adalah proses pemulihan yang Tuhan kerjakan atas kita, agar kita dapat menjadi alat berkat sesuai kehendak-Nya. Didikan Tuhan terkadang rnenyakitkan. ia rneremukkan segala kesombongan dan perbuatan dosa kita dengan cara-Nya. Kuasa-Nya merajai hati kita agar hati yang remuk itu dipuiihkan dan disembuhkan dari segala penyakit: kemunafikan, keegoisan, kesornbongan, keserakahan, kekerasan hati, kepahitan hidup, dan sebagainya. Hasilnya, kita akan hidup dalam damai, melihat Allah dalam kehidupan parsekutuan dengan-Nya dan menjadi berkat bagi sesama sesuai dengan kehendak-Nya.

GB. 101 ; 2
Doa : (Ya Allah yang penuh kasih, berkatilah kami untuk menjadi hamba yang senantiasa setia menjalankan panggilan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *