Rabu, 4 Juli 2018 – Renungan Pagi

20 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 July 2018        


 

Rabu, 4 Juli 2018
Renungan Pagi

KJ.441 : 1, 2 – Berdoa

BERKORBAN DIRI UNTUK KEBAIKAN BANYAK ORANG

Yesaya 53:1-7
“Dia dianiaya, tetapi tidak membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya” (ay. 7)

Orang yang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan keinginannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Orang yang kuat adalah orang yang bersedia berkorban bagi orang lain. Kata hikmat ini melukiskan pengorbanan Hamba Tuhan dalam bacaan kita pagi ini. Hamba Tuhan itu digambarkan di ayat 7 bacaan hari ini. Dianiaya tetapi tidak membiarkan diri ditindas. Sang hamba diposisikan pada keadaan yang lemah, seperti seorang budak yang diperlakukan sewenang-wenang oleh tuannya. Ia membiarkan diri dianiaya dan ditindas.

Kesediaan dianiaya bukan untuk kalah, tetapi untuk memenangkan jiwa-jiwa yang membutuhkan keselamatan, jiwa-jiwa yang haus akan kasih sayang Tuhan, jiwa-jiwa yang kesepian, merasa terhilang dan mengalami kesesatan dalam perjalanan hidup. Ia tidak membuka mulutnya meskipun berada di tengah pembantaian. Diam! Sang hamba diam bukan karena takut, tetapi oleh karena pengorbanan diri untuk kepentingan keselamatan banyak orang. Sang hamba bersedia masuk ke dalam pembantaian dan terbelenggu. Seperti sikap seekor anak domba yang siap masuk ke pembantaian untuk dipotong atau induk domba yang terbelenggu agar bulunya dapat dicukur dengan pisau dan melukai tubuhnya.

Diamnya sang hamba merupakan bentuk kontemplasi yang mana sang hamba hanya memusatkan pikirannya pada kehendak Allah. Di tengah hiruk pikuk, kekacauan, kegalauan, kekerasan, kemunafikan dan kepentingan diri, mari saudaraku, kita belajar untuk taat dengan melihat contoh hidup sang hamba. Bersedia mengorbankan diri untuk kebaikan banyak orang. Memenangkan jiwa yang dahaga, merangkul hati yang haus akan kasih Allah, menyapa lembut hati yang keras agar membuka diri untuk menerima Kristus di dalam hidupnya.

KJ. 441:3,4
Doa : (Tuhan berikan kepada kami hati yang sedia berkorban diri untuk menyatakan kasih-Mu kepada sesama)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *