RABU, 6 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

119 Kali dibaca, Diterbitkan: 6 February 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH EPIFANIA

GB 252 : 1 – Berdoa

PERCAYALAH

Kejadian 12:1-15
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (ay.4)

Ada beberapa orang yang awalnya begitu berani dan semangat menunjukkan sikap mencintai Tuhan Yesus, tetapi akhirnya menyangkal imannya kepada Tuhan Yesus. Penyebab utama adalah karena meragukan kasih dan kuasa Tuhan Yesus.

Abram adalah seorang yang menerima perintah TUHAN dan menyakini janji TUHAN. Tanpa keraguan Abram meninggalkan kampung halaman dan kaum keluarganya. Abram bersedia keluar dari zona nyaman dan kemudian masuk ke situasi yang sesungguhnya belum pasti karena Abram sangat percaya kepada firman dan janji TUHAN. TUHAN berfirman : “…pergilah ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu” (ayat 1}.

Saat mengalami kelaparan dan menjadi orang asing di Mesir, rasa percaya Abram kepada TUHAN goyah dan berubah. Abram takut jikalau orang Mesir akan membunuhnya karena Sarai, maka Abram berbohong kepada Firaun bahwa Sarai adalah adiknya. Hal ini menunjukkan bahwa Abram mengalami keraguan terhadap janji penyertaan TUHAN.

Pergumulan yang dialami pada zaman sekarang: ekonomi, sakit, situasi rumah tangga membuat kita bisa memiliki sikap yang sama dengan Abram meragukan janji penyertaan Tuhan. Hal ini terlihat dalam tindakan: pergi ke dukun untuk meminta kesembuhan, mendapatkan kekayaan, menghadirkan kedamaian dalam kehidupan rumah tangga. maupun menyogok supaya lulus atau mendapatkan pekerjaan atau kariernya meningkat. Inilah perilaku yang menunjukkan keraguan terhadap kuasa dan kasih Tuhan. Seakan Tuhan tidak sanggup menolong, sehingga orang menggunakan kekuatan duniawi untuk melindungi diri dan mewujudkan harapan.

Memulai aktifitas di hari baru, setiap orang dapat menyatakan kepada dirinya : “Jangan melihat diri yang terbatas, tetapi lihatlah Tuhan Yesus yang tidak terbatas. Dalam percaya kepada Tuhan Yesus, maka tidak ada yang mustahil. Pertolongan-Nya tidak terlambat. Berdoa dan percayalah kepada Tuhan Yesus”.

GB 252:2,4
Doa : (Tuhan Yesus, tanggalkanlah keraguan di hati kami, supaya kami hidup dalam iman dan percaya kepada-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *