Rabu, 7 Oktober 2020 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 6 October 2020        


MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA

KJ. 222b : 1 – Berdoa

Kisah Para Rasul 20 : 7 – 12

Perpisahan Yang Menghibur

Perpisahan merupakan moment yang mengharukan. Mengapa? ltu karena kemungkinan kita tidak akan bertemu kembali. Kalaupun bertemu mungkin dalam jangka waktu yang lama. Banyak penyebab seseorang harus berpisah; seperti mutasi pekerjaan, pindah tempat tinggal, masa kontrak bekerja telah selesai, dll.

Malam menjelang kepergian Paulus ke Miletus, ia mengadakan percakapan dengan saudara-saudaranya di Troas. Ini adalah percakapan perpisahan. Percakapan terjadi cukup lama, sampai tengah malam, bahkan disebutkan sampai fajar menyingsing (ay. 11). Dalam pertemuan dan percakapan tersebut terjadi peristiwa yang mengejutkan. Seorang muda bernama Euthikus yang duduk di jendela terjatuh dari tingkat tiga, karena dia tidak dapat menahan kantuknya. Orang yang berusaha menolong menyatakan, bahwa ia sudah mati. Namun demikian, Paulus menghampiri pemuda yang terjatuh itu. la merebahkan diri ke atasnya dan menyatakan bahwa pemuda itu masih hidup. Setelah melepas Paulus berangkat dengan sukacita, mereka pun mengantar orang muda yang hidup itu ke rumahnya. Lalu mereka semua merasa terhibur.

Ada dua hal yang membuat orang banyak tersebut terhibur. Pertama, percakapan yang terjadi dengan Paulus sampai fajar menyingsing membuat mereka dikuatkan dan dihibur, meski pun akan ditinggalkan olehnya. Kedua, peristiwa jatuhnya Euthikus dari lantai tiga yang dikira sudah mati tetapi ternyata menurut Paulusmasih hidup. Hal ini membuktikan adanya kuasa Allah yang bekerja sangat dahsyat dalam diri Paulus sehingga mampu menghidupkan Euthikus yang sudah mati.

Kehadiran Paulus yang tidak lama memberikan kesan mendalam. Percakapan dan peristiwa yang terjadi menjadi “kenangan” yang menguatkan dan memotivasi jemaat. Malam ini menjadi pembelajaran penting, bahwa kualitas perjumpaan harus memberikan manfaat bagi setiap orang yang kita jumpai. Biarlah dalam perjumpaan, kita memberikan kesan baik, positif dan bermakna.

KJ. 222b : 5
Doa : (Bapa Surgawi, perpisahan bukan membuat kami menjadi lemah, namun menguatkan untuk terus berkarya demi kemuliaanMu)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *