Sabtu, 10 Maret 2018 – Renungan malam

59 Kali dibaca, Diterbitkan: 10 March 2018        


 

Minggu IV Pra Paskah

Sabtu, 10 Maret 2018
Renungan malam

PERJANJIAN BARU DARI TUHAN

Yeremia 31:31-34
“Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda…” (ayat 31)

TUHAN sendiri mengadakan Perjanjian yang baru, sebab Perjanjian yang lama yang diadakan-Nya dengan nenek moyang orang Israel telah mereka ingkari (ay.32). Perjanjian menjadi landasan dan pegangan hidup bagi umat, yang tidak lagi diindahkan mereka. Tidak dinyatakan landasan atau pegangan apa yang kemudian menjadi andalan umat. Dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian ternyata umat membuat patung anak lembu emas yang disembah bagaikan TUHAN (Kel. 32:7-10), walaupun kesepuluh firman telah disampaikan kepada mereka, di mana dinyatakan dengan jelas dan tegas, bahwa tidak boleh ada ilah lain kecuali TUHAN dan tidak boleh dibuat patung untuk disembah bagaikan Allah.

Dengan diadakannya Perjanjian yang baru, TUHAN menunjukkan kepedihan-Nya terhadap umat yang telah dipilih-Nya. Perjanjian adalah suatu ikatan janji menyangkut perjalanan hidup dan masa depan Umat turun temurun (bd. Kej. 17:7-8). Dan Ia pula membuka masa depan yang baru, yang berbeda dengan Perjanjian yang lama. Di Perjanjian yang baru TUHAN ‘menaruh Taurat-Nya ke dalam batin umat, menuliskannya dalam hati mereka’ (Yer. 31:33). Dengan demikian semua orang tidak bisa lagi bersikap tidak pernah mengetahuinya. Semua yang diajarkan-Nya tertanam dalam batin, sehingga tidak terhapuskan, baik pada anak-anak mapupun pada orang dewasa (ay.34a). Perjanjian yang baru ini ditutup dengan kalimat: ‘Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka’ (ay.34b). Dengan Perjanjian yang baru ini, orang yang bersalah atau berdosa menerima pengampunan dari TUHAN.

Langkah-langkah pembaruan itu diambil TUHAN untuk memperoleh umat yang baru yang kesalahannya telah dihapuskan TUHAN, dan tidak dapat tidak menuruti firman-Nya, karenanya yang difirmankan-Nya telah tertanam dalam sanubari. Dengan kedatangan Kristus jalan pengampunan telah terbuka. Umat TUHAN mengalami tindakan-Nya yang memperbarui sejak zaman Yeremia ke zaman Penciptaan Baru.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *