Sabtu 14 November 2020 – Renungan Malam

11 Kali dibaca, Diterbitkan: 14 November 2020        


MINGGU XXIII SES. PENTAKOSTA

GB. 78 : 1, 2 – Berdoa

Yesaya 43 : 14 – 21

Belajar Di Masa Lalu, Demi Kebaikan Di Masa Depan

Pembaruan adalah karya Allah dari dulu, sekarang dan waktu yang akan datang. Tidak secara fisik saja, tetapi pembaruan Allah juga dikerjakan atas hidup kerohanian manusia. Inilah yang disebut pembaruan Allah yang holistik, utuh dan menyeluruh. Allah tidak bosan mengingatkan umat-Nya, agar terus terarah ke masa depan, sebagai masa pemulihan. Dahulu mereka terpuruk karena melawan Allah. Namun demikian, masa Ialu bukan untuk disesali, sebaliknya menjadi pelajaran agar umat dapat hidup lebih baik lagi (ay. 18).

Pasca Pembuangan, Allah mengusung visi besar untuk melanjutkan pembaruan hidup umat dengan berfokus pada pembaruan hati. Sebab dari dalam hati muncul segala keinginan yang baik dan yang jahat. Untuk tetap mempunyai hati yang baik, maka umat harus hidup tertambat pada firman-Nya. Firman yang menebus seluruh ciptaan. Firman yang menciptakan seluruh yang ada. Penebusan dan penciptaan adalah dua kata dalam perbendaharaan iman yang sama-sama bermakna ke masa depan. Melalui penebusan, Allah membarui seluruh ciptaan. Begitu pula melalui penciptaan, Allah terus bekerja mencipta sampai ke masa depan.

Masa lalu adalah narasi tentang keberhasilan dan kegagalan menjadi manusia yang baik. Masa Ialu sering menghadirkan trauma berupa bekas atau torehan dari suatu peristiwa negatif yang mendalam terlebih saat kegagalan terjadi. Karena itu berdamai dengan masa Ialu akan membawa pemulihan demi menyongsong masa depan yang lebih baik, bersama Allah.

GB. 78 : 3, 4
Doa : (Ya Allah tolong mampukan kami berdamai dengan kegagalan di masa Ialu. Mohon Allah memberkati kami untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama-Mu)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *