SABTU, 17 NOVEMBER 2018 – Renungan Pagi

15 Kali dibaca, Diterbitkan: 17 November 2018        


 

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

KJ.467 : 1 -Berdoa

SALING MENGAMPUNI

Matius 5:38-42
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (ay.39)

Setiap orang pernah merasakan sakit hati, salah satu sebabnya disakiti oleh teman, sahabat, bahkan mungkin orang yang sudah dianggap keluarga sendiri. Reaksi setiap orang ketika disakiti berbeda-beda, ada yang dapat menahan diri untuk tidak membalas, tetapi ada juga yang langsung membalas atau merencanakan untuk membalas rasa sakit hati (mendendam).

Bacaan firman Tuhan di pagi hari ini, mengemukakan tentang ajaran Tuhan Yesus yang tidak menghilangkan Hukum Taurat, namun memberikan sebuah nilai dan wujud baru dalam Hukum Taurat tersebut. Salah satunya, pada ayat 38-39: “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Sebuah ajaran sarat dengan pengampunan yang berlandaskan Hukum Kasih.

Tentunya mengampuni orang yang telah berlaku jahat, bukanlah sebuah tindakan mudah untuk dilakukan. Ketika seseorang berlaku jahat, maka korban akan merasa sakit hati, memikirkan perbuatan jahat tersebut, marah, sedih, terhina, merasa direndahkan dan masih banyak lagi akibat yang dialami secara psikologis yang mengakibatkan korban semakin menderita. Namun demikian, sekalipun hal-hal tersebut menimbulkan penderitaan, satu hal yang harus kita ingat sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat dan sumber kehidupan itu sendiri adalah kewajiban kita untuk tidak melawan kejahatan dengan kejahatan, dan satu-satunya yang harus kita lakukan adalah mengampuni, sebagaimana Kristus yang telah mengampuni kita dari dosa-dosa.

KJ. 461 ; 2
Doa : (TUHAN, mampukan kami untuk saling mengampuni)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *