SABTU, 18 AGUSTUS 2018 – Renungan Pagi

55 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 August 2018        


 

SABTU, 18 AGUSTUS 2018
Renungan Pagi

KJ.425 : 1,2 – Berdoa

NATO = NO ACTION TALK ONLY

Matius 25:31-46
Sebab…, kamu memberi Aku makan; …, kamu memberi Aku minum; …, kamu memberi Aku pakaian; …, kamu melawat Aku; …, kamu mengunjungi Aku. (ay.35-36)

Seorang gadis remaja terinspirasi nnenjadi seorang biarawati dan melakukan pelayanan paling luar biasa dengan menyentuh mereka yang tidak tersentuh dari orang-orang yang paling terhina diantara yang hina. Gadis itu bernarna Agnes Gonxha Bojaxhiu. Ia adalah keturunan Albania yang lahir di Yugoslavia, pada tanggal 26 Agustus 1910. menjadi seorang biarawati pada  usia 17 tahun dan bergabung dengan Biara Loreto di Irlandia. Fokus pelayanan biara  Loreto ini salah satunya di India. Demikianlah Agnes Gonma Bojaxhiu melayani Tuhan di sana.  Suatu ketika bunyi ayat 35-36, 40 di Matius 25 ini begitu menyentuh hatinya sehingga dikemudian hari ia menemukan tempat yang tepat untuk melayani Tuhan. Ia menjangkau Tuhan melalui orang yang menderita di india, tepatnya di Kalkuta. Ordo Cinta Kasih yang didirikannya menjadikan orang-orang hina diantara yang paling hina sebagai tujuan pelayanan bagi Tuhan. Agnes Gonxha Bojaxhiu yang dikemudian hari dikenai dengan panggilan nama Bunda Teresa ini telah menyentuh Tuhan melalui menyentuh sesama.

Ternyata Tuhan mengidentifikasikan dirinya dengan kaum yang papa, mereka yang terpinggirkan, mereka yang sakit, dalam penjara, tanpa makan dan pakaian (ay.35-36). Ya, mereka yang terlupakan oleh banyak orang, kepada mereka itulah Tuhan berpihak. Kalimat “…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” adalah bukti kuat bahwa pribadi yang mengasihi Tuhan adaiah pribadi yang mengasihi sesama. Sebab “barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya” (1Yoh.4:20).

Kasih tidak dapat dilihat dengan perkataan. Kekuatan terbesar dari kasih adalah perbuatan nyata. Maka saatnya bagi kita untuk tidak hanya berbicara tentang kasih. tetapi juga bersegera untuk melakukan tindakan kasih. Kasih tanpa perbuatan nyata adalah kasih tanpa kuasa, hampa dan tak berarti apa-apa.

KJ.425: 3
Doa : (Tuhan, mampukan kami mengerjakan Kasih itu daiam hidup ini)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *