SABTU, 25 MEI 2019 – Renungan Malam

61 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 May 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH PASKAH

GB.252:1 – Berdoa

ALLAH SETIA PADA JANJINYA

Kejadian 31 : 22 – 35
“Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi Allah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam : Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub dengan sepatah kata pun”(ay.29)

Akhirnya, atas perkenanan Allah, Yakub berhasil melarikan diri dan Laban dengan membawa serta keluarga dan semua harta miliknya (ay.21). Mendengar berita itu, Laban dan sanak saudaranya mengejar Yakub dan berhasil menyusulnya di pegunungan Gilead (ay.22-23).

Namun, lagi-lagi Allah menyatakan penyertaan-Nya bagi Yakub, sehingga Allah berfirman pada Laban melalui mimpinya agar tidak berbuat jahat dan mengucapkan perkataan yang tidak pantas pada Yakub (ay.24). Kendatipun sudah diingatkan oleh firman Allah, namun masih saja Laban melancarkan tuduhan yang menekan Yakub (ay.27-29). Bahkan, Laban menuduh Yakub telah mencuri harta miliknya yang sesungguhnya tidak Yakub lakukan (ay.3O). Dalam hal ini, setidaknya ada 3 tuduhan Laban atas Yakub: [1] Yakub melarikan diri darinya, [2] Yakub melarikan diri secara diam-diam, seolah dalam pelarian itu, ia mencuri harta milik Laban, [3] Yakub mencuri dewa-dewa Laban.

Atas semua tuduhan itu, sesungguhnya tidak satupun yang Yakub lakukan, karena Yakub sudah pernah minta ijin untuk kembali ke negerinya. Yakub juga tidak mengambil harta milik Laban, melainkan membawa semua ternak yang sudah menjadi haknya. Yakub pun tidak mencuri dewa-dewa Laban, melainkan Rahel yang melakukannya.

Kembali pada peristiwa ini, Allah menunjukkan penyertaan dan pemeliharaan-Nya atas Yakub dan keluarganya. Allah yang telah melarang Laban berbuat jahat pada Yakub, Allah juga yang membuat Laban tidak berhasil menemukan dewa-dewa miliknya yang diambil dan disembunyikan oleh Rahel (ay.32-35). Tentu tanpa pemeliharaan Allah, Yakub dan keluarganya akan menjadi sasaran kemarahan Laban.

Penyertaan dan pemeliharaan Allah atas Yakub dan keluarganya ini hendaknya dipahami dalam kerangka berpikir positif bahwa bukan Allah berkompromi dengan ketidak-benaran yang dilakukan Rahel, tetapi dalam kerangka besar janji Allah pada nenek moyang Israel.

Janji Allah, ya dan amin. Firman Tuhan ini hendak meyakinkan kita bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Karena itu, menutup hari ini, kiranya kita dapat tetap percaya bahwa selalu ada penyertaan Allah bagi masa depan kita, karena Ia yang berjanji adalah setia.

GB.252 : 2
Doa : (Tuhan, yakinkanlah kami, bahwa janji-Mu tidak pernah berubah atas kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *