SABTU, 25 MEI 2019 – Renungan Pagi

57 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 May 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH PASKAH

HUT PGI

GB.270 : 1 -B erdoa

KETAATAN YANG MEMBEBASKAN

Kejadian 31 : 17 – 21
“Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya” (ay.21a)

Bertahun-tahun Yakub mengalami kesulitan hidup yang didatangkan oleh Laban. Yakub bekerja keras dengan memberikan keuntungan besar pada Laban, tanpa memperoleh upah sebagai haknya. Namun demikian, masa-masa sulit yang dialami Yakub sama sekali tidak mengurungkan integritas kerjanya. Allah memperhatikan kesusahan Yakub, sehingga Ia memerintahkan Yakub untuk pergi meninggalkan Laban, kembali ke negeri asalnya, untuk membangun kehidupan bersama keluarganya. Atas perkenan Allah dan dengan pengertian istri-istrinya, Yakub pun mempersiapkan diri, keluarga dan seluruh harta miliknya-untuk meninggalkan Laban ke tanah Kanaan (ay.17-18). Ketika kesempatan itu tiba, Yakub pun segera meninggalkan Laban secara diam-diam (ay.19-20).

Pengalaman hidup Yakub bersama keluarganya ini hendak menyatakan berkat pemeliharaan Allah atas hidup umat-Nya. Ketaatan Yakub pada perintah dan kehendak Allah menuntunnya menemukan pembebasan dari tekanan hidup dan persoalan yang tengah dihadapinya.

Di puncak episode ini, Allah mempertontonkan apa yang telah dirancang dan dilakukan-Nya terhadap Yakub. Pembentukkan karakter berintegritas tinggi Allah lakukan pada Yakub yang memperkuat, mengokohkan panggilan dan berkat-Nya bagi Yakub, bahkan bagi seluruh keluarganya. Hanya oleh berkat dan penyertaan Allah, maka Yakub dan keluarganya dimungkinkan terbebas dari kejahatan yang dilakukan Laban. Meskipun nampaknya cara yang ditempuh Yakub dan keluarganya kurang berkenan, karena pergi secara diam-diam. Namun, demikianlah yang Allah kehendaki untuk Yakub lakukan. Oleh ketaatan dan kepatuhan Yakub pada kehendak Allah, maka sungguh-sungguh pembebasan dialaminya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa sebesar dan seberat apapun pengalaman hidup yang mendera kita, janganlah meragukan kuat kuasa Allah. Sesungguhnya, hanya Allah yang berdaulat atas hidup kita. Tetaplah taat pada perintah dan ketetapan-Nya, maka kita pun diberi kelegaan dari berbagai persoalan hidup yang mendera. Di hari baru anugerah Tuhan ini, marilah kita tetap melangkah bersama Tuhan dengan keyakinan bahwa kuasa-Nya selalu menyertai kita.

GB.270 :2
Doa : (Tuhan, aku mau terus melangkah bersama-Mu, karena Engkaulah perlindungan dan penolong kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *