SABTU, 29 DESEMBER 2018 – RENUNGAN PAGI

83 Kali dibaca, Diterbitkan: 29 December 2018        


 

MINGGU SESUDAH NATAL

KJ 367 : 1,2 — Berdoa

PEREMPUAN DALAM PERTEMUAN JEMAAT

1 Korintus 14 : 34 – 35
Perempuan-perempuan harus berdiam diri…(ay 34)

“Perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat. Mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara”. Apakah Paulus melarang perempuan-perempuan untuk berbicara? Apakah Paulus membuat diskriminasi terhadap perempuan? Paulus berbicara untuk situasi khusus yang terjadi di Korintus. Dengan demikian tidak dapat diterapkan dalam situasi kita sekarang.

Dalam pelayanan, Paulus memiliki banyak teman perempuan antara lain: Priska, Maria, Yunias, Trifena, Trifosa (Roma 16: 3, 5, 6,12). Situasi khusus dimaksud adalah: yang terjadi ketika seorang suami -berbicara sebagai nabi dan ditanggapi oleh isteri (ayat 29) sampai terjadi perdebatan. lsteri berlaku tidak sopan, dan mempermalukan suami dihadapan banyak orang. lni yang tidak boleh. Kalau ada tanggapan yang ingin isteri sampaikan kepada suami, baiklah ditanyakan di rumah (ayat 35).

Ada alasan Paulus terhadap apa yang dikatakannya:

1. Berdasarkan tradisi dalam semua jemaat orang-orang Kudus (ay 34a)

2. Berdasarkan Firman Tuhan (ay.34b). Bukan dilarang tapi “ketundukkan” terhadap suami (bnd. I Kor 11: 8,9; Kej 1 dan 2).

3. Berdasarkan norma masyarakat (ay.35): “tidak sopan” kalau perempuan mendebat suami yang sedang bicara dalam pertemuan jemaat.

Pesan Firman bagi kita: Jangan melakukan hal-hal yang mempermalukan suami di muka orang. Seorang istri justru harus mendukung suami. Tempatkan diri anda dengan baik jangan merasa sebagai yang paling hebat, Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama.

KJ 367 : 4 “Pada-Mu Tuhan dan Allahku”
Doa : (Kami bersyukur karena Tuhan libatkan perempuan dalam pelayanan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *