SABTU, 29 JUNi 2019 – Renungan Pagi

48 Kali dibaca, Diterbitkan: 29 June 2019        


 

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

GB.114:1 – Berdoa

JANGAN NATO = NO ACTION TALK ONLY

Hakim-Hakim 10:1-5
Sesudah Abimelekh, bangkitlah Tola bin Pua bin Dodo,… untuk menyelamatkan orang Israel. Sesudah dia, bangkitlah Yair,.. sebagai hakim atas orang Israel (ay.1,3)

Seorang gadis remaja terinspirasi menjadi seorang biarawati dan melakukan pelayanan paling luar biasa dengan menyentuh mereka yang tidak tersentuh dari orang-orang yang paling terhina diantara yang hina. Gadis itu bernama Agnes Gonxha Bojaxhiu. Ia adalah keturunan Albania yang lahir di Yugoslavia, pada tanggal 26 Agustus 1910. Menjadi seorang biarawati pada usia 17 tahun dan bergabung dengan Biara Loreto di Irlandia. Fokus pelayanan biara Loreto ini salah satunya di India. Demikianlah Agnes Gonxha Bojaxhiu melayani Tuhan di sana. Suatu ketika bunyi ayat 35-36, 40 di Matius 25 ini begitu menyentuh hatinya sehingga dikemudian hari ia menemukan tempat yang tepat untuk melayani Tuhan. Ia menjangkau Tuhan melalui erang yang menderita di India, tepatnya di Kalkuta.

Ordo Cinta Kasih yang didirikannya menjadikan orang-orang India diantara yang paling hina sebagai tujuan pelayanan bagi Tuhan. Agnes Gonxha Bojamiu yang dikemudian hari dikenal dengan panggilan nama Bunda Teresa ini telah menyentuh Tuhan melalui menyentuh sesama. Ibu Teresa mendengar panggilan Tuhan, menjawab ya dan kemudian mengerjakannya.

Dalam kitab hakim-Hakim kita menemukan daftar para pemimpin suku dan umat yang bertugas untuk memimpin bangsa Israel dan menjadi hakim bagi mereka. Pada saat itu belum ada raja dan mereka seringkali diganggu oleh bangsa lain terutama oleh Amen dan Filistin. Terdapat lebih dari 10 nama daftar hakim-hakim yang Tuhan tunjuk untuk melaksanakan tugas yang tidak mudah itu. Beberapa yang sangat terkenal misalnya: Gideon, Yefta, Simson, dan Debora. Dua tokoh lain yang diperkenalkan dalam bacaan kita adalah Tole dan Yair. Bahkan Yair terkesan luar biasa. Bukan hanya dia saja yang giat melaksanakan panggilan Tuhan, namun ia dan anak-anaknya juga turut serta (ay.4). Mereka adalah contoh yang menjawab “YA” sekaligus mengerjakan “Ya” itu. Mereka bukan NATO alias No Action Talk Only

Jangan hanya berteriak kebenaran dan keadilan, mari kerjakan juga. Jadilah alat Tuhan untuk kebenaran dan keadilan mulai dari lingkaran paling dalam di hidupmu sampai ke lingkaran terluar.

GB. 114: 2
Doa : (Tuhan, mampukan kami mengerjakan kehendak-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *