SABTU, 3 AGUSTUS 2019 – Renungan Pagi

35 Kali dibaca, Diterbitkan: 3 August 2019        


 

MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA

KJ.426 : 1,2 – Berdoa

DIANGGAP BODOH TETAPI BERPENGETAHUAN

2 Korintus 11: 16 -29

Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian. terimalah aku sebagai bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit. (ay.15)

Kalau ada orang menghina kita satu kali, maka tidak perlu kita merasa terhina. Mereka menghina karena belum mengenal kita. Mereka belum mengetahui dan melihat karya dan pergumulan iman yang kita hadapi dan alami. Jika ada orang yang membangga-kan diri satu kali karena kelebihan yang dimiliki, maka tidak perlu juga kita resah dan marah. Mereka membanggakan diri karena selama hidup hanya berada di lingkungan sendiri; membandingkan diri dengan orang-orang di lingkungan sendiri. Mereka meng-anggap kita orang luar yang tidak tahu, lemah, bodoh dan tidak memiliki suatu kelebihan yang patut dibanggakan. Bagaimana jika sudah berulang kali orang membanggakan diri dan menghina kita? Pertama. tetaplah merendahkan diri, terutama hati kita. Jangan terpancing melakukan seperti yang mereka lakukan. Kedua, tunjukkan identitas kita sesungguhnya melalui kerja nyata dengan hasil yang maksimal dan berkuaiitas. Ketiga, kisahkan pengalaman iman dalam berkarya layan yang pernah dialami. Jadikan narasi-narasi hidup yang mendamaikan dan memperkaya orang lain, sekaligus membungkam mereka yang suka membanggakan diri sendiri.

Demikian yang kita pelajari dari Paulus dalam bacaan pagi ini. Ia tetap mau dianggap bodoh oleh jemaat, meskipun ada hal yang membuatnya patut bermegah. Ia membangun narasi-narasi hidup terkait identitas dan karya layannya sebagai pemberita Injil. Ia seorang Ibrani. Israel dan keturunan Abraham. Seorang pelayan Kristus yang telah mengalami banyak kesesakan. dera dan derita serta bahaya yang mengancam. Ia seorang pekerja keras yang mengabaikan urusan pribadi demi memelihara kehidupan jemaat-jemaat.

Jalani hari ini. Tetap rendahkan diri dan hati. Tunjukkan kerja nyata dengan hasil yang maksimal dan berkualitas agar mereka yang menghina kita akan melihat hasil karya kita dan menjadi diam dan bungkam.

KJ.426 : 4
Doa: : (Tuhan, Jadikan kami pekerja keras yang jujur dan rendah hati)

AF/SGRS


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *