Sabtu, 3 Februari 2018 – Renungan Malam

179 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 January 2018        


 

Minggu IV Sesudah Epifania

Sabtu, 3 Februari 2018
Renungan Malam

TONG KOSONG BERBUNYI NYARING

1 Yohanes 2:3-6
“Dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (ayat 3)

Jika menggunakan pepatah “tidak kenal, tidak disayang”, maka pengenalan akan Allah itu tidak sekadar tahu, kenal dan sayang. Firman Tuhan malam ini mau menjelaskan ciri orang yang mengenal Allah, yakni jika ia menuruti dan melakukan perintah-perintah-Nya. Melakukan perintah-Nya artinya, menjabarkan semua perintah-Nya itu dalam kata dan perbuatan. Alasan untuk melakukan atau menjabarkan perintah-Nya dalam kata dan perbuatan dalam kitab Mazmur 119:105, dijelaskan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Dipakai kata pelita atau suluh yang berfungsi sebagai terang bagi kaki dan jalan untuk menegaskan sikap seperti apa yang diharapkan Tuhan dengan kehidupan kita itu. Lebih tegas lagi, dikatakan di ayat 6, “barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”. Makin jelas maksud firman Tuhan hari ini menggiring kita untuk tidak sekadar tahu dan kenal dan hidup di dalam Dia tetapi juga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab jika tidak, sama artinya “tong kosong berbunyi nyaring”, alias pendusta!

Menjadikan firman Tuhan sebagai pelita dan terang di dalam kegelapan dunia, berarti ada tuntunan Tuhan, penyertaan juga pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan ini dan itu menggiring kehidupan kita pada jalan yang benar. Pesan firman Tuhan hari ini, mendekatlah ke sumber api Tuhan itu, maka kita akan merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang Krsitus dalam kehidupan ini. Itu berarti membaca Alkitab dengan tekun dan berusaha menelaah isinya serta berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk mendapatkan hikmat, agar hidup itu diterangi atau selalu dengan apa yang baik, benar dan kudus. Kesibukan kerja atau berkegiatan apa pun di dalam dan di luar rumah, tidak boleh menjadi alasan kita untuk tidak membaca Alkitab, berdoa dan beribadah. Kekuatan hidup ini tidak dibangun oleh olah akal dan pikir serta tenaga semata, tetapi juga perlu motivasi, daya dorong yang besar untuk mengukur dan menimbang apa yang perlu, apa yang benar dan apa yang baik di mana itu semua ada pada firman-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *