Sabtu 31 Oktober 2020 – Renungan Malam

13 Kali dibaca, Diterbitkan: 31 October 2020        


MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA

KJ. 393 : 1 – Berdoa

Yehezkiel 11 : 14 – 25

Kerinduan

Nabi Yehezkiel bernubuat, bahwa Israel akan mengalami hidup diserakkan dalam pembuangan. Peristiwa yang akan terjadi itu adalah konsekuensi dari hidup yang tidak berkenan di hadapan Allah. Israel mengalami banyak kehilangan seperti harta benda, bait Allah dan tanah nenek moyang mereka. Mereka dibuang menjadi orang-orang asing di tanah bangsa Iain. Namun demikian dinubuatkan juga, bahwa Allah akan mengumpulkan mereka yang terserak dari tempat pembuangan.

Perasaan terbuang, juga dibiarkan terlantar menghadirkan rasa sepi dan sendiri. Ditambah lagi himpitan rasa berdosa, karena telah melakukan kesalahan terhadap Allah menghadirkan rasa takut dan ditinggalkan. Tentu Israel merasakan semua itu. Di tanah pembuangan muncul kesadaran tentang apa yang hilang dari hidup mereka. Mereka merindukan mengalami kembali masa-masa indah, merdeka, sejahtera, tenang dan damai, kebersamaan juga persaudaraan yang kuat sebagai sesama bangsa Israel. Mereka rindu identitas mereka yang diwujudkan di tanah yang sudah Allah berikan. Mereka rindu beribadah di Bait ALLAH.

Dalam kehidupan kita yang tidak sempurna ini, ada hal-hal yang perlu dilepas dan dibuang. Karena itu terkadang Allah mengijinkan kita merasakan ‘hidup dalam pembuangan’. Karena di kala menapaki jalan-jalan hidup bagai orang terbuang, seperti ditinggal sendirian, kesepian, dan kehilangan segalanya, kita jadi merindukan kehidupan yang lebih baik, yang berubah, makin tertata, semakin disiplin jasmani dan rohani. Seringkali kita tidak menyadari memiliki semua yang berharga, bernilai, indah, mulia, dan sejahtera, sampai segala hal itu hilang dari kehidupan pribadi. Di saat seperti itulah besarnya kerinduan untuk mengalami kelepasan, keberlimpahan, kebaikan, kasih persahabatan dan persaudaraan hadir. Kerinduan itu adalah jalan pemulihan, jalan pembaruan, jalan menuju Tuhan.

KJ. 393 : 2, 3
Doa : (Tuhan, terima kasih atas segala peristiwa hidup yang Engkau perkenankan terjadi. Mohon ubahlah aku dan bentuklah menjadi lebih baik, baru, dan lebih indah)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *