SABTU, 7 JULI 2018 – Renungan Pagi

54 Kali dibaca, Diterbitkan: 7 July 2018        


 

SABTU, 7 JULI 2018
Renungan Pagi

KJ. 467 : 1 – Berdoa

TEGURAN : KOREKSI DIRI

2 Samuel 12:1-17
“Kemudian berkatalah Natan kepada Daud : “Engkaulah, orang itu!” (ay.7)

Kebanyakan orang lebih suka dipuji daripada ditegur. Pujian akan membuat kita merasa senang. namun teguran adalah ucapan yang disampaikan dengan maksud memperingatkan. Terkadang kita menganggap teguran membatasi kesenangan kita. Bagi kita yang mau menegur menyadari bahwa menegur adalah tindakan yang mengandung banyak risiko.

Perjumpaan nabi Natan dan Raja Daud merupakan gambaran tentang hal ini yang terjadi pada Daud, ketika Nabi Natan menceritakan kepadanya bagaimana perlakuan orang kaya terhadap orang miskin. Dipengaruhi oleh rasa keadilan seorang raja, Daud marah kepada orang kaya itu. Daud beranggapan bahwa orang kaya tersebut patut dihukum mati. Dalam kemarahannya, Daud tidak menyadari bahwa dirinyalah yang menjadi sasaran ilustrasi dalam cerita Nabi Natan.

Teguran Nabi Natan kepada Raja Daud melalui sebuah perumpamaan merupakan metode yang tepat pada saat itu, apalagi status Daud sebagai raja. Tentu untuk menyampaikan kesalahan yang dibuat Raja membutuhkan hikmat dan kecerdasan. Nabi Natan memulai dengan cerita yang menegur dan menggugah keberadaan Daud selaku pelaku ketidakadilan yang dilakukannya terhadap Uria. Nabi Natan secara jelas meyampaikan kepada Daud bahwa perbuatannya tidak berkenan kepada Tuhan. Apa reaksi Daud setelah mendengar jawaban Nabi Natan bahwa orang kaya itu adalah dirinya? Daud tidak marah atau membela diri, tetapi justru menerima teguran itu dan berusaha memohon pengampunan Allah atas tindakan ketidakadiian yang telah dilakukannya. Dalam pandangan Allah ini adalah perbuatan dosa.

Bagaimana reaksi kita ketika orang lain menegur kita?. Belajar dari Daud, melihat teguran itu sebagai hal yang positif untuk terus membenahi diri. Teguran seseorang terhadap kita adalah sebuah koreksi diri. Belajar juga dari Nabi Natan, ketika kita akan menegur orang lain, maka kita menegur dengan cara yang bijak dan santun.

KJ. 467 : 3
Doa : (Ya Tuhan berilah kepada kami hati yang sedia diubahkan oleh Engkau melalui orang lain)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *