Sabtu, 8 September 2018 – Renungan Malam

36 Kali dibaca, Diterbitkan: 8 September 2018        


 

KJ.333 – Berdoa

OPTIMIS MEMANDANG KEHIDUPAN

Habakuk 3 : 17-19
Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN… (ay.18)

Tidak mudah untuk tenang menghadapi masa-masa sulit di dalam hidup. Biasanya, saat kita menghadapi masa-masa sulit, kita sudah kasak-kusuk kiri dan kanan mencari pertolongan. Kalau tidak ada pertolongan kita stress dan sakit kepala, kita kehilangan semangat dan lebih suka menyendiri. Bahkan kadang kita berpikir bahwa hidup ini sudah berakhir , tidak ada jalan keluar.

Sangat berbeda dengan Habakuk. Ia sangat optimis memandang kehidupan ini. Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun ia akan bersorak-sorak dan beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkannya. Bagi Habakuk, keadaan sulit ini tidak melemahkan atau menghilangkan semangat dan pengharapannya. Keadaan ini tidak mempengaruhi, sebab ia tahu bahwa Tuhan Allah yang menjadi kekuatannya. Tuhan Allah yang dipercayainya adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan ini dan akan memelihara hidupnya. Di dalam situasi sulit, bahkan situasi tidak berpengharapan sekalipun ia tetap bersandar dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Tuhan akan membuat kakinya seperti kaki rusa yang berjejak di bukit-bukit. Tuhan akan mengokohkannya dan membuatnya berdiri tegak. Inilah kepercayaan Habakuk.

Menghadapi masa-masa sulit, kelaparan dan tidak ada kepastian didalam hidup sangatlah merisaukan hati; hati tak tenang, kita kuatir dan ketakutan. Pertanyaan yang selalu muncul di kepala adalah “Bisakah kita melewati masa-masa sulit ini? Namun apa yang terjadi? Kalau kita berkaca dari pengalaman hidup kita ketika masa-masa sulit datang , kekuatiran menguasai diri , tanpa kita sadari masa-masa sulit berlalu dan kita bisa menarik napas lega. Ternyata Tuhan berkarya memelihara dan menjaga hidup kita. Pengalaman ini memberi pengharapan bagi kita bahwa Tuhan yang sama akan tetap memelihara dan menjaga kita ketika melewati masa-masa sulit di masa mendatang. Yang terpenting adalah hiduplah di dalam kehendak-Nya. Orang benar akan hidup oleh percayanya.

KJ.332: 1
Doa: (Ya Tuhan, kami akan tetap berpengharapan dan optimis memandang kehidupan walau keadaan sulit datang, sebab kami tahu Engkau Allah yang memelihara kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *