SABTU, 9 FEBRUARI 2019 – Renungan Malam

75 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 February 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH EPIFANIA

GB.260:1.2 – Berdoa

BERJIWA BESAR

Yosua 9:26-27
Demikianlah dilakukannya kepada mereka. Dilepaskannyalah mereka dari tangan orang-orang Israel, sehingga mereka tidak dibunuh. (ay.26).

Setiap perbuatan memiliki resiko atau konsekuensi. Yosua dan orang Israel mengingat perjanjian dengan orang Gibeon, sehigga walaupun dibohongi orang-orang Israel harus melepaskan mereka. Sebagai akibat dari kebohongan yang dilakukan, maka orang Gibeon harus menjadi tukang belah kayu dan tukang timba air untuk umat dan mezbah Tuhan.

Tidak semua orang bersedia menerima konsekuensi negatif atas pilihan atau perbuatannya. Kebanyakan orang melemparkan kesalahan tersebut kepada orang lain dan melarikan diri sehingga terbebas dari hukuman. Namun, ada juga beberapa orang yang bersedia berhadapan dengan konsekuensi tersebut. Meskipun hal tersebut terlalu berat bahkan seolah-olah direkayasa, sehingga tidak seimbang dengan perbuatannya.

Ada beberapa sikap yang harus dimiliki orang yang bersedia menerima konsekuensi. Pertama, mengakui bahwa tindakannya keliru. Sekalipun maksudnya baik, tetapi bila manggunakan cara yang salah, maka tetap salah. Tidak boleh bertahan dengan merasa bahwa tindakan itu benar. Orang Gibeon mengakui bahwa mereka salah. walaupun sebenarnya mereka bertujuan menyelamatkan diri. Kedua, menjalani hukuman dengan pasrah merupakan sebuah permohonan maaf tanpa kata. Menjadi tukang belah kayu dan tukang timba air, berani menempatkan orang Gibeon pada posisi sebagai seorang hamba, budak yang melayani orang Israel. Ketiga, memiliki jiwa yang besar.

Kita harus memiliki jiwa besar dalam menjalani kehidupan ini baik dalam pelayanan maupun pekerjaan. Kesempurnaan bukanlah milik kita, sehingga kesalahan dapat menjadi bagian diri kita. Seperti menyakiti sesama melalui kata dan perbuatan. tidak menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik, tidak bisa memenuhi target yang diharapkan. Berjiwa besarlah untuk mengakui kesalahan dan menerima kekurangan diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.

GB.260:3,4
Doa : (Tuhan, berikanlah hati yang kuat dan jiwa yang besar untuk menerima tanggung jawab sebagai akibat dari perbuatan kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *