SABTU, 9 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

91 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 February 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH EPIFANIA

GB.262:1 – Berdoa

KARENA TUHAN

Yosua 9:16-25
Berkatalah pemimpin-pemimpin itu kepada seluruh umat: “Kami telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel; oleh sebab itu kita tidak dapat mengusik mereka. (ay.19)

Lewat tiga harl. ‘gak pake lama’ Tuhan membongkar kebohongan orang Gibeon kepada Yosua dan orang Israel. Sangat menyakitkan ketika mengetahui dibohongi di depan mata. Bagaimana orang Israel menghadapi kebohongan orang Gibeon?

Pertama, berdialog. Yosua coba berbicara dengan baik dan mengetahui alasan atas sikap berbohong yang dilakukan orang Gibeon. Tindakan ini bukan berarti bertoleransi dengan kebohongan, sekalipun alasan yang diberikan cukup masuk akal. Hukuman atas kebohongan yang dilakukan tetap harus diberikan. Orang Gibeon dikutuk menjadi hamba pembelah kayu dan tukang timba air. Kedua, tetap memegang janji karena Tuhan sebagai saksi. Para pemimpin mengambil sikap bijak dengan tetap berkomitmen pada janji yang telah diikatkan karena takut kepada Tuhan.

Kebohongan merupakan perbuatan yang sering terjadi dalam kehidupan ini, termasuk dalam keluarga Kristen. Berbohong dengan alasan tertentu. Kebohongan tidak dapat ditutupi dan pasti akan terbongkar dan ketahuan. Kemarahan akan meledak. Pertengkaran hebat akan terjadi bahkan bisa saja terjadi perpisahan. Semua ini merupakan akibat dari cara hidup kita yang tidak mengandalkan Tuhan.

Jangan biarkan kesalahan dan dosa kemudian terus membelenggu karena sakit hati dibohongi. Yosua dan orang Israel menunjukkan kepada kita bahwa mereka bersedia memaafkan orang Gibeon. Bukan karena orang Gibeonnya tetapi karena takut kepada Tuhan Kita pun harus bersedia memaafkan : menerima kenyataan bahwa mereka telah berbuat kesalahan dan dosa. Bukan hanya saja memaafkan. tetapi juga melupakan kesalahan, apalagi jika mereka mengakui kesalahan dan bersedia menanggung hukuman. Damaikan diri dengan hati yang terluka karena takut kepada Tuhan akan menolong berdamai dengan sesama. Demikian cara kita dapat mewujudkan hidup bersama dalam damai yang sesungguhnya.

GB 58
Doa : (Tuhan, pulihkan hati kami yang terluka sehingga dapat memaafkan sesama)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *