Selasa, 10 April 2018 – Renungan Malam

45 Kali dibaca, Diterbitkan: 10 April 2018        


 

Minggu I Sesudah Paskah

Selasa, 10 April 2018
Renungan Malam

MENOLAK SIKAP SOMBONG

Yohanes 13 : 36 – 38
Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (ay.38)

Tuhan Yesus menjelaskan misi penebusan dengan meng-hadapi kematian di atas kayu salib. Karya penebusan Kristus bertujuan menyediakan tempat terindah dalam Kerajaan Sorga. Perkataan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ditanggapi Petrus dengan reaktif. Petrus sama sekali tidak mengerti apa yang merupakan kehendak Allah bagi manusia dan alam semesta. Tuhan Yesus membuka kelemahan manusia dalam kesombongannya.
Petrus dengan tangkas menjawab apa yang Tuhan Yesus katakan bahwa manusia tidak dapat mencegah kematian-Nya di atas kayu salib. Sebagai yang terdepan di kalangan para murid, Petrus memperlihatkan komitmen berapi-api di hadapan Tuhan. Sama seperti para pejuang kemerdekaan yang hanya punya dua pilihan: merdeka atau mati, Petrus bersedia berkorban nyawa bagi Tuhan Yesus. Petrus hendak memperlihatkan jiwa patriot yang rela berkorban bagi pemimpin yang dikasihinya. Jelas pikiran dan komitmen Petrus tidak selaras dengan kehendak Allah. Misi penebusan Kristus harus terjadi dan tidak dapat digantikan oleh pengorbanan manusia berdosa. Tuhan Yesus menjawab pernyataan Petrus dengan menjelaskan kegagalan Petrus bersaksi sebagai murid-Nya di hadapan orang lain. Petrus bukannya berkorban, malah menyangkal Tuhan Yesus sebagai Pemimpin rohaninya.
Kesombongan seringkali terjadi dalam hidup persekutuan. Siap melayani Tuhan, katanya saat berjanji sebagai presbiter atau pengurus pelkat. Dalam prakteknya, janji itu menguap secara perlahan. Mencari alasan untuk ketidakhadiran dalam tugas pelayanan dan menganggap biasa kelalaian yang diper-buat. Roh kudus dapat mengingatkan kita agar tidak bersikap sombong di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus tidak hanya tahu apa yang sudah kita lakukan bagi-Nya sekarang, tetapi juga apa yang kelak kita perbuat bagi kemuliaan-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *