Selasa, 12 Desember 2017 – Renungan Malam

128 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 December 2017        


 

MINGGU ADVEN II
SELASA, 12 DESEMBER 2017

Renungan Malam
GB.40 : 1 – Berdoa

ENGKAU ORANG YANG DIKASIHI

Daniel 10: 10 – 14

Katanya kepadaku : “Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu,… (ay.11)

Ketika masih kecil, berapa kali kita dimarahi orang tua kita? Mengapa dimarahi orangtua, apakah karena kesalahan kita? Dimarahi orang tua membuat perasaan kita menjadi gelisah, sedih, takut dan jengkel. Tetapi tahukah kita alasan orang tua memarahi? Beberapa kali jika dimarahi, kata-kata yang sering keluar dari mulut orangtua kita adalah karena mereka menyayangi anak-anaknya.

Kitab Daniel, berisikan kisah tentang Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Namun, inti kitab ini ingin mengungkapkan bagaimana hubungan Tuhan Allah dengan bangsa Israel, diwarnai oleh suasana pembuangan di Babel. Daniel dalam pasal 9 juga mengungkapkan kekuatiran akan sikap Tuhan Allah kepada bangsa Israel. Apakah Allah masih memperhatikan atau benar-benar meninggalkan dan tidak lagi mengakui Israel sebagai umat-Nya. Sehingga Daniel pun berdoa mengaku akan dosa-dosa dan penyesalan bangsa Israel. Tetapi, benarkah Tuhan Allah telah menolak bangsa Israel? Pembacaan malam ini, mengatakan Daniel adalah orang yang dikasihi (10:11). Kata dikasihi, juga mengandung pengertian “sangat berharga dan penting”. Ternyata kasih Tuhan Allah tidak pernah berubah kepada bangsa Israel. Melalui Daniel, Tuhan Allah tetap mengasihi dan bangsa Israel sangat penting dihadapan-Nya.

Sikap Tuhan Allah juga nampak melalui sikap orang tua kita, yang meskipun marah dan menghukum tetapi semuanya dilakukan karena mengasihi dan menganggap anak-anaknya berharga dan sangat penting (bnd. Hos. 6:1). Jika saat ini masih ada anggapan bahwa Tuhan Allah telah mencampakkan kita. lngatlah, bahwa meskipun orang Israel gelisah karena beranggapan Tuhan Allah telah membuang umat-Nya, ternyata Tuhan Allah tetap mengasihi umat-Nya.
Demikian juga diri kita, apapun kesalahan yang diperbuat, tangan Tuhan Allah tetap mampu meraih dan menyelamatkan karena “engkau orang yang dikasihi-Nya.”

GB. 40 = 3
Doa : (Allah Bapa di Sorga kami bersyukur karena kasih-Mu nyata melalui pengorbanan anak-Mu Tuhan Yesus Kristus)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *