SELASA, 13 NOVEMBER 2018 – Renungan Pagi

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 13 November 2018        


 

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

KJ.439 : 1 – Berdoa

MENJADI BERKAT Dl TENGAH PENDERTTAAN

2 Korintus 8:1-7
“Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (ay. 2)

Pada umumnya ketika seseorang berada dalam pergumulan dan menderita, maka perhatian orang tersebut akan terserap habis dalam menghadapi dan mencari jalan keluar dari pergumulan dan penderitaan tersebut. ltulah sebabnya sering terdengar lontaran ucapan-ucapan: “Kami saja sedang susah, bagaimana mungkin kami bisa membantu…”, “Maaf, untuk sementara kami tidak bisa ikut kegiatan gereja Karena ada masalah di rumah…” dan masih banyak lagi ucapan lainnya yang menandakan betapa berat pergumulan yang dihadapi. Sangat manusiawi.

Bacaan firman TUHAN saat ini tentang sebuah sikap hidup jemaat-jemaat di Makedonia yang sekalipun berada dalam penderitaan, namun masih bersedia memberi diri mengambil bagian dalam pelayanan dan menjadi berkat dalam pelayanan tersebut: “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (ay.2).

Hal apa yang melatarbeiakangi jemaat-jemaat di Makedonia mampu menjadi berkat sekalipun mereka berada dalam penderitaan berat? Mari perhatikan kalimat: “SeIagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap…” Kata “sukacita meluap” hendak menjelaskan sikap hidup mereka yang senantiasa bersyukur sekalipun diperhadapkan dengan penderitaan. Sikap hidup jemaat yang senantiasa bersyukur tersebut semakin diperjelas didalam kalimat selanjutnya, sekaligus sebagai kalimat penjelas sikap situasi dan kondisi jemaat: “…dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Mereka miskin, namun kaya dalam kemurahan (Liberality = kemurahan hati).

Hari ini saudara diajak menyikapi segala penderitaan dengan tetap bersukacita, bersyukur dan tetap memiliki kemurahan hati. Hal ini dimaksudkan agar sekalipun saudara berada di tengah berbagai penderitaan, saudara tetap menjadi berkat bagi pelayanan gereja TUHAN, bagi sesama dan bagi para pelayan TUHAN.

KJ.439 : 4
Doa : (TUHAN, kami bersedia menjadi berkat didalam segala situasi)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *