SELASA, 16 APRIL 2019 – Renungan Pagi

21 Kali dibaca, Diterbitkan: 16 April 2019        


 

MINGGU I PRAPASKAH

KJ.357 : 1,2 -B erdoa

GUNAKAN “PAKAIAN PESTAMU”

Matius 22 : 1 – 14
“Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, Ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta” (ay.11)

Cara kita berpakaian kadang menjadi cermin dan kepribadian kita. Orang dapat menilai kita dari pakaian yang kita gunakan. Ketika kita datang ke kantor Gubernur, tentu kita tidak akan menggunakan pakaian compang-camping. Pasti, kita akan menggunakan pakaian yang baik dan sopan sesuai dengan peran kita dalam pertemuan tersebut.

Apa pentingnya menggunakan pakaian bagi orang Yahudi? Apakah pakaian menunjukkan identitas sehingga penulis injil Matius memberikan informasi kepada kita soal pakaian? Matius menceritakan bahwa yang diundang dalam Perjamuan kawin adalah orang-orang asing yang berada di tengah perjalanan dan yang mungkin mempunyai pakaian yang bersih. Raja menegur seseorang yang tidak menggunakan pakaian pesta. Orang yang duduk makan dengan pakaian yang kotor adalah seorang yang acuh tak acuh, ia tidak tahu menjawab. Ada penafsiran bahwa pakaian pesta itu dapat ditafsirkan iman yang sungguh dan pertobatan yang sungguh.

Awalnya sang raja mengundang orang-orang yang dikenalnya. Namun mereka mengabaikannya. Gambaran ini menyatakan tentang keselamatan yang Allah sediakan bagi bangsa Israel diabaikan, bahkan ada yang lebih mementingkan kehidupan sendiri dan tidak mempedulikan panggilan Tuhan. Ini wujud pemberontakan terhadap Allah. Sikap bangsa Israel yang demikian membuka bangsa lain untuk menerima keselmatan yang Allah berikan dan mereka bersedia menerima dengan kesungguhan hati dan menghayati iman mereka dengan pertobatan yang sungguh.

Untuk mengikut Kristus dibutuhkan iman yang sungguh dan pertobatan yang sungguh. Yesus memerlukan orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat dan diwujudnyatakan dalam kesediaan untuk terus bersekutu, melayani dan bersaksi bukan orang percaya yang bersifat statis, yang tidak mengalami perubahan sikap, perilaku dan hidup.

KJ.357 : 3,4
Doa : (Tolong kami Tuhan untuk belajar mwnjadi pribadi yang sungguh-sungguh melaksanakan panggilan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *