Selasa, 16 Januari 2018 – Renungan Pagi

160 Kali dibaca, Diterbitkan: 13 January 2018        


 

Minggu II Sesudah Epifania

Selasa, 16 Januari 2018
Renungan Pagi

BERJUMPA TUHAN

Yohanes 4:1-18
“Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah….” (ay.10)

Sudahkah engkau berjumpa dengan Tuhan? Jangan katakan sudah jika hidupmu tidak berubah. Karena perjumpaan dengan Tuhan akan selalu membuat hidup kita berubah. Hidup yang kita jalani sebagai orang percaya adalah hidup yang sudah mengenal Tuhan dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Perjumpaan dengan Yesus akan selalu mendatangkan pembaharuan hidup dan dapat melihat ke depan kebaikan yang Tuhan karuniakan.

Seorang perempuan Samaria mengalami perubahan hidup setelah perjumpaannya dengan Yesus. Perjumpaan dengan Yesus terjadi di sumur Yakub yang berada di kota Sikhar, daerah Samaria. Dalam perjalanannya Yesus merasa letih dan duduk di pinggir sumur Yakub. Yohanes mencatat bahwa waktu saat itu kira-kira pukul dua belas, jadi siang hari. Lalu datang seorang perempuan Samaria untuk mengambil air ke sumur itu. Suatu kebiasaan yang tidak biasa bahwa perempuan itu datang sendiri untuk mengambil air ke sumur Yakub. Biasanya jika perempuan hendak mengambil air di sumur itu maka mereka akan lakukan berkelompok. Apakah ini mau mengatakan bahwa perempuan itu tidak mempunyai teman? Atau apakah ia seorang yang dikucilkan? Tetapi yang menarik sebenarnya adalah dialog yang terjadi antara Yesus dan perempuan Samaria itu.

Ia tahu bahwa Yesus adalah orang Yahudi dimana laki-laki Yahudi tidak berbicara dengan perempuan Samaria. Karenanya ketika Yesus meminta minum kepadanya, perempuan itu mempersoalkan perbedaan yang ada. Perbedaan yang dihadirkan manusia sehingga seringkali menjadi penghalang utama untuk mengenal kasih Allah dan melakukan kasih itu bagi orang lain. Yesus mengajak perempuan itu untuk meninggalkan pemikiran dan kehidupan duniawinya untuk mengenal Tuhan yang dapat memberikan kehidupan yang sesungguhnya. Perjumpaan perempuan itu dengan Tuhan, membuat ia menemukan arti kehidupannya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *