SELASA, 16 OKTOBER 2018 – Renungan Malam

27 Kali dibaca, Diterbitkan: 16 October 2018        


 

KJ.39 : 1 – Berdoa

KESOMBONGAN DAN DAN KERENDAHAN HATI

1 Korintus 4:6 – 13
Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri…. (ay.6)

Suatu hari secara kebetulan seorang tua berbadan bungkuk bertemu dengan seorang pemuda berbadan tegap. Sang pemuda mengolok orang tua itu, katanya : “Mengapa anda tidak berjalan tegap seperti aku?. Itulah satu-satunya cara mencegah penuaan!”. Orang tua itu menatapnya dengan belas kasihan dan dengan ramah berkata : “Sahabat mudaku, pernahkah kamu melihat ladang padi dan memperhatikan bulir-bulir mana yang merunduk dan mana yang tegak lurus?. Jika kita mengamati saat panen hampir tiba, engkau akan melihat bahwa bulir-bulir yang kosong berdiri tegak dan tinggi. Tetapi bulir-bulir yang membuat panen berhasil adalah bulir-bulir yang berisi dan merunduk”. Sang pemuda itu mendengar semua yang dikatakan dan pergi sambil menundukkan kepala.

Dengan ramah dan penuh kasih, tetapi sekaligus ketegasan yang sangat simpatik, Paulus menegur dan mengkritisi sikap sombong sebagian jemaat Korintus, yang tentu saja dapat berpengaruh buruk bagi kehidupan berjemaat di Korintus. Mereka cenderung menjadi seperti “bulir-bulir padi yang tegak lurus dan tak layak dipanen”. Sebagai jemaat yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, mestinya mewartakan tentang Yesus secara benar. Yesus Kristus yang mereka imani adalah Yesus yang rendah hati dan dengan sikap demikian justru Dia telah menunjukkan kuasa-Nya yang menyelamatkan itu.

Paulus dalam pewartaan Injil yang dilakukan, adalah perwujudan dari karakter Kristus yang rendah hati dan ramah, yang dalam pandangan dunia cenderung dianggap rendah, lemah dan sebuah kebodohan (ayat 11-13). Akan tetapi, keberhasilan pewartaan Injil dengan mewujudkan karakter Kristus seperti itu, justru telah terbukti sangat membuahkan hasil. Tanggung jawab besar dan berharga yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada kita adalah: mewartakan, menolong dan menyelamatkan orang lain. Rasul Paulus telah menjadi bukti tentang kehidupan Kristen yang berhasil.

KJ.39:3
Doa : (Ya Tuhan, kuasailah kami dengan hikmat-Mu dalam menjalani kehidupan kami yang terus mau berproses menjadi anak-anak-Mu yang rendah hati, agar dalam karya dan pelayanan kami semakin bertumbuh dan berbuah, menjadi berkat bagi dunia demi kemuliaan nama-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *