Selasa , 20 Maret 2018 – Renungan Pagi

77 Kali dibaca, Diterbitkan: 20 March 2018        


 

Minggu II Pra Paskah

Selasa , 20 Maret 2018
Renungan Pagi

PENCIPTA DAN PEMILIK

Mazmur 74:12-17
“Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari” (ayat 16)

Mobil Ford model T, juga dijuluki Tin Lizzy atau Flivver, mobil dari Amerika Serikat yang dibuat antara tahun 1908 dan 1928 oleh Ford Motor Company dari Detroit, Michigan. Mobil ini merupakan mobil pertama yang terjangkau untuk mesyarakat kelas menengah di Amerika Serikat. Menjadi suatu keharusan sebagai syarat unutk dapat diterima bekerja sebagai supir pada waktu itu adalah selain memiliki kemampuan membawa kendaraan, juga memiliki kemampuan sebagai mekanik. Hal ini dipandang sebagai keuntungan bagi si pemberi kerja (pemilik mobil) bahwa ketika mobil mengalami kerusakan, sang sopir dapat menanganinya langsung tanpa harus menggunakan jasa pekerja di bengkel yang tentu harus mengeluarkan biaya lagi. Suatu ketika seorang sopir yang mengendarai mobil Ford model T, milik majikannya mogok di tengah jalan. Sopir itu berusaha menganganinya hingga waktu sore lewat, nemun ia tidak dapat memperbaikinya. Seorang laki-laki tua menyapa si sopir dan mencoba menawarkan jasa untuk menolong, tetapi ditolak oleh si sopir. Saat ia menyerah, malam hampir tiba dan akhirnya ia mempersilahkan laki-laki tua itu untuk mengerjakannya. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja laki-laki tua itu menyelesaikan pekerjaan itu, dan mobil siap dikendarai lagi. Dengan pandangan heran si sopir bertanya, siapa gerangan laki-laki tua yang ada di dekatnya itu. Ia memperkenalkan diri sebagah Hendry Ford (pemilik Ford Motor Company dan pencipta mobil Ford model T itu).

Ilustrasi ini mau mengajak kita memahami pernyataan pemazmur tentang Allah sebagai pencipta dan pemilik alam semesta dengan segala isinya dan kidung pujian yang sangat indah untuk memuliakan Allah, Sang Pencipta. Bagian ini mendorong setiap insan yang percaya untuk memuliakan Allah melalui puji-pujian. Melalui harmoninya yang teratur, rasio kita dipacu untuk memikirkan Allah sebagai sumber pemelihara dan pemilik segala sesuatu yang berkuasa dan menyelamatkan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *