SELASA, 21 MEI 2019 – Renungan Malam

65 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 May 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH PASKAH

GB.292 : 1,2 – Berdoa

ISTRI SEBAGAI PENOLONG, BUKAN PERONGRONG

1 Raja-Raja 21 : 5-10
Kata Izabel, isterinya, kepadanya: “Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu” (ay.7)

Masih ingat ucapan romantis Presiden Amerika Serikat ke-44: Barack Hussein Obama kepada istrinya, Michelle Obama di hari ulang tahun perkawinan mereka yang ke-25? “Jelas saya tidak bisa melakukan apapun yang seperti saya lakukan sekarang tanpa Michelle, ujar Obama kepada Oprah Winfrey pada tahun 2011 dia bukan hanya perempuan idaman yang hebat, tetapi juga batu karang bagi saya…

Seorang istri memang harus mendukung suaminya, karena dalam perkawinan, suami-istri akan selalu saling berbagi; berbagi semangat, berbagi perhatian, berbagi suka-duka dan lain sebagainya, tentunya berbagi dalam hal yang positif.

Ahab dan Izebel adalah sepasang suami-istri. Saat Ahab sedang memikirkan masalahnya tentang kebun anggur Nabot, dimana Nabot tidak mau menjual atau menukarkannya dengan apapun kepada Ahab, maka Izebel pun memberi usul dan masukan kepada suaminya. Sayangnya usulan itu bukan usul yang baik, karena tujuannya menghabisi Nabot (ay.9-10). Sebagai seorang istri, seharusnya Izebel menjadi penolong bagi suaminya, bukannya perongrong, namun justru disini ia membuat Ahab, suaminya melakukan tindakan yang jahat.

Betapa penting kehadiran orang-orang di sekitar kehidupan kita, terutama orang yang paling dekat yaitu suami atau istri kita. Saat suami sedang menghadapi persoalan / stress, karena kehilangan pekerjaan, apa yang harus istri lakukan? Seharusnya istri yang bijak mengatakan: “sabar pak…,nanti kamu akan mendapat pekerjaan yang baru, Tuhan pasti mendengar doa kita, dan akan menolong dalam pergumulan yang sedang kita alami. Kamu harus tetap semangat ya Pak…!” Inilah peran istri sebagai penolong. Hendaknya suami-istri senantiasa saling mengingatkan dan menguatkan satu sama lain agar kehidupan rumah tangga ada dalam damai sejahtera.

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan di puji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang” (Ams.31 130,31)

GB.288 : 1,3
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup mengasihi sesama, dan tidak merampas milik orang lain, yang bukan milik kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *