SELASA, 21 MEI 2019 – Renungan Pagi

80 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 May 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH PASKAH

GB.362:1,2 – Berdoa

KETAMAKAN

1 Raja-Raja 21:1-4
“Berkatalah Ahab kepada Nabot: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik” (ay.2)

Sebagian besar kita pasti pernah melihat burung gagak, tapi pernahkah saudara mengamati prilaku burung itu? Burung gagak terkenal sebagai burung pemakan daging yang sangat rakus. Kalau burung itu membawa daging atau bangkai binatang dimulutnya, dia tidak mau memperdulikan yang lain, begitu ketemu daging pasti dilahap habis, bahkan karena kerakusannya, membuat burung gagak itu mau merampas daging milik burung lainnya.

Kisah kebun anggur Nabot adalah salah satu kisah dalam Alkitab yang memperlihatkan 2 (dua) sifat-perilaku manusia: yang satu menghargai miliknya dan yang lain mau merampas milik orang lain. Nabot, pemilik kebun anggur mempertahankan kebun anggurnya, tetapi Raja Ahab berusaha dengan berbagai cara mau merampas kebun anggur Nabot. Raja Ahab ingin mengambilnya bukan untuk kepentingan kerajaan atau rakyatnya, tetapi untuk dirinya.

Nabot pun keberatan, karena tanah tempat kebun itu adalah tanah keluarga (tanah warisan) nenek moyangnya, dan itu berarti harus tetap dijaga dengan baik. Nabot tidak mau memberikannya kepada Ahab, walaupun dengan imbalan uang. Bagi Nabot menjaga tanah itu adalah tanggungjawabnya. Ia tidak mau bersenang-senang, lalu keluarganya susah di kemudian hari. Nabot taat pada peraturan Allah yang melarang menjual warisan orang tua (Bil.36:7).

Sifat-perilaku Raja Ahab dan Nabot sangat berbeda, namun kedua sifat yang berbeda ini ada juga dalam hidup kita sehari-hari, apakah kita menjadi seperti Nabot yang taat kepada Firman Tuhan dan tidak mempertaruhkan imannya hanya karena materi/uang, atau seperti Ahab yang serakah dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Ingatlah, nafsu keserakahan dan ketamakan tidak akan pernah memberikan sejahtera dalam hidup, bahkan akan merusak dan menghancurkan hidup itu. Karena itu, “berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu”(Luk.12:15).

GB.362 : 3
Doa : (Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari hidup tamak, namun ajarlah kami selalu bersyukur atas setiap berkat yang Engkau berikan dalam kehidupan ini)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *