Selasa, 21 November 2017 – Renungan Malam

143 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 November 2017        


MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
SELASA, 21 NOVEMBER 2017
Renungan Malam
KJ. 457: 1,3-Berdoa
ALLAH SUMBER DAMAI SEJAHTERA

Nehemia 9: 6 – 15
Telah Kauberlkan kepada mereka roti dari langit untuk menghilangkan lapar dan air. Kau keluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk melepaskan dahaga… (ay.15)

Setelah Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan dari penjajahan, maka kemudian disusunlah cita-cita kemerdekaan itu dalam pembukaan Undang-Undang Dasar NKRI tahun 1945. Alinea-IV antara lain mengungkapkan tujuan menciptakan kehidupan berbangsa yang tenteram, adil dan makmur.

Hal yang sama tetapi beda situasinya, terlihat dalam bacaan saat ini, Neh 9:6-15. Israel yang baru pulang dari pembuangan mengakui bahwa Tuhan Allah nenek moyang mereka adalah Allah Yang Maha kuasa, Pencipta alam semesta dan yang menjadikan Israel sebagai bangsa perjanjian-Nya. Mereka berharap, Tuhan tetap memelihara mereka dalam kecukupan seperti pada waktu pengembaraan nenek moyang mereka di padang gurun dulu. Maklum, mereka baru bebasdari pembuangan yang penuh dengan penderitaan dan hidup tidak sejahtera.

Saudara-saudara jemaat, kita harus seperti Israel yang berharap masa depannya kepada Tuhan sumber damai sejahtera. Kila mengakui Tuhan yang sama dengan Israel karena Injil Yesus Kristus yang diberitakan oleh keturunan mereka. Tuhanlah Allah kita, Yang maha-kuasa, pencipta langit dan bumi serta isinya. la yang menjadikan kita, la mengasihi kita dan pemelihara hidup kita.YakinIah dengan Iman yang tulus, berharaplah kepada Tuhan untuk pergumulan hidup yang kita sedang alami. Terulama soal kesejahteraan, apapun pekerjaan yang kita miliki sekarang, itu adalah anugerah pemeliharaan-Nya untuk kita dan keluarga. Jangan korupsi, jangan manipulasi, jangan melakukan tindak pidana ekonomi, jangan menjual diri hanya karena kekurangan yang kita alami, terutama untuk merayakan Hari Raya pemuliaan Tuhan. Semua itu meruntuhkan iman dan memalukan keluarga kita. Menghadap Tuhanlah dalam doa, mintalah berkatNya bagi kita dan berlakulah jujur. Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita. Tuhan kiranya memberkati perenungan saudara dan harapan saudara.

KJ.457 : 4,6
Doa : (Tuhan kuduskan hidupku bagi hormat dan kemuliaan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *