Selasa, 24 April 2018 – Renungan Malam

55 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 April 2018        


 

Minggu III Sesudah Paskah

Selasa, 24 April 2018
Renungan Malam

ALLAH SUMBER KEKUATAN

1 Petrus 5 : 5 – 11
“Dan Allah sumber kasih karunia….akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu….” (ay. 10)

Menghadapi penderitaan karena iman, bukanlah hai yang gam-pang. Namun bagi setiap yang sungguh menghayati penderitaan itu sebagai bagian kehidupannya bukanlah hal mengejutkan dan menakutkan. Bagi orang percaya, penderitaan kapana iman tidak akan membawa keputusasaan, j ustru mendatangkan sukacita. Penderitaan Kristen merupakan awai dari “kemuliaan” yang akan diterima oleh setiap orang percaya sesuai janji-Nya. Allah setia pada janji-Nya. Menghadapi kenyataan seperti ini kepada orang-orang muda Petrus menuliskan: “hendaknya menghormati orang-orang yang berwewenang” (ay.5a). Semua orang yang percaya kepada Yesus harus hidup dalam kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan panggilan hidup kristiani yang telah diteladankan Kristus bagi kita (ay.5b). Seluruh karya-Nya merupakan wujud kerendahan hati-Nya. Hidup dalam kesombongan bukanlah panggilan hidup Kristiani. Allah menentang orang yang sombong, tetapi sayang kepada orang yang rendah hati (ayat 5). Dalam Matius 11:28 Yesus berkata: “belajarlah kepada-Ku, ka-rena aku lemah lembut dan rendah hati”. Tak dapat dipungkiri bahwa oleh ulah manusia yang arogan- sombong muncul banyak masalah yang menyebabkan penderitaan. Kita tidak periu terpengaruh oleh pola hidup arogan seperti ini, dengan merendahkan diri dibawah tangan Tuhan yang kuat, pada waktunya Allah akan meninggikan hidup kita (ay.6). Kita pun harus selalu waspada, karena lblis bagai-kan singa berjaian keliling untuk menelan, membawa penderitaan bahkan membinasakan para pengikut Yesus. Itulah realitas yang kita hadapi sampai saat ini. Kita harus melawannya dengan iman teguh (ay.8,9). Karena dengan iman kita dapat mengalahkan “dunia” (bnd. I Yoh 5:4b). Karena itu, jangan takut sebab Allah mengasihi dan peduli kepada anak-anak-Nya. la yang adalah “sumber ke-kuatan” akan “meneguhkan, menguatkan dan mengkokohkan hidup anak-anak-Nya. Kehidupan kita ada dalam kekuasaan-Nya, sebab D-ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya (ay 10-11).


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *