SELASA, 26 FEBRUARI 2019 – Renungan Malam

39 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 February 2019        


 

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

GB.62 : 1 – Berdoa

MENGABAIKAN PERINGATAN

Kisah Para Rasul 27:9-13
.. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka … Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.  (ay. 9b,11)

Itulah akibatnya kalau mengabaikan peringatan orang tua, “begitu kata seorang bapak kepada anaknya yang mengalami kecelakaan. Karena selalu mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Paulus memperingatkan agar tidak melanjutkan pelayaran karena akan sangat berbahaya dan mengancam nyawa mereka. Paulus berkata demikian, karena mungkin ia mendapatkan penglihatan dari Tuhan (Kis.27:22-24) dan juga pengalamannya dalam berlayar saat terkana badai (2 Kor.11:25b). Sekalipun Paulus yakin bahwa pergi ke Roma merupakan kehendak Tuhan dan Dia akan melindunginya, namun Paulus tetap berusaha mencari jalan terbaik dan teraman. Paulus (ay.9) mungkin menunjukkan puasa yang dilakukan pada hari raya orang Yahudi di hari raya Pendamaian (Im.15:29).

Memang, setalah hari raya itu usai, angin menjadi kencang karena memasuki musim dingin yang dianggap tidak aman untuk melakukan pelayaran, karena kemungkinan besar ada badai yang ganas. Namun, Julius lebih percaya kepada Jurumudi dan Nahkoda kapal, karena keahlian dan pengalaman mereka berlayar. Julius tidak menyadari bahwa peringatan dari Paulus adalah peringatan dari Tuhan agar mereka tidak celaka. Awak kapal pun setuju untuk meneruskan pelayaran. Memang awalnya pelayaran berjalan baik, namun kemudian datanglah bencana yaitu angin kencang disertai badai dan hujan yang biasa disebut Angin Timur Laut (ay.14).

Saudaraku, peringatan ada untuk memberitahu kita bahwa ada bahaya. Peringatan ada supaya kita selamat dan terhindar dari celaka. Kita diperingatkan, karena mungkin kita salah jalan. Sesungguhnya peringatan itu bertujuan baik bagi diri kita supaya kita selamat, tidak susah dan celaka nantinya. Namun, kita cenderung marah saat diperingatkan dan mengabaikan peringatan itu. Pandanglah peringatan itu sebagai cara Tuhan mengasihi kita melalui firman-Nya dan orang-orang yang dipakai-Nya (Ams.3:11-12). Karenanya, berpeganglah dan cintailah peringatan dari Tuhan agar kita tidak susah dan celaka nantinya (Mzm.119:167-168).

GB.62 : 4,5
Doa : (Ya Roh Kudus, penuhilah kami dengan hikmat agar kami selalu berpegang dan mencintai peringatan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *