SELASA, 26 MARET 2019 – Renungan Pagi

98 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 March 2019        


 

MINGGU IV PRAPASKAH

KJ.441:1 – Berdoa

SATU TUBUH DENGAN BANYAK ANGGOTA

1 Korintus 12:12-13
….menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh (ay.13).

Kehadiran warga jemaat dengan berbagai potensi, sepatutnya membuat kita semakin menyadari peran yang dipercayakan Tuhan. Kesadaran itu membuat setiap orang penuh antusias melayani secara baik pun akan semakin memahami makna persekutuan. Keberagaman bukanlah hal yang mudah dipersatukan, sebab di dalamnya ada potensi besar untuk berselisih/bertikai. Gambaran satu tubuh dengan banyak anggota ini dikemukakan Paulus agar jamaat di Korintus memahami bahwa kepel-bagaian bukanlah hal yang mangancam. Sebaiknya untuk menunjukkan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Fokus utama bukan pelayanan apakah yang dilakukan, namun siapakah sang pelayan, sehingga setiap orang bisa menghargai saudaranya dalam iman. Dengan demikian, kehadiran warga gereja dengan berbagai kemampuan dan keterbatasan dapat memberi pemahaman yang utuh bahwa setiap pengikut Yesus tidak boleh menyangkali kehadiran sesama. Menerima sesama adalah bukti kedewasaan dari pemahaman sebagai murid Yesus yang saling melayani. Menciderai satu anggota sama dengan menyakiti seluruh anggota tubuh. Ini membuktikan bahwa persekutuan adalah suatu kenyataan bukan suatu formalitas semu persekutuan bukanlah sekadar formalitas semu, tetapi suatu kenyataan.

Bagaimana cara menjaga persekutuan dan anggota yang beragam. Dengan menghayati makna baptisan. Melaluinya, kita semua menjadi manusia baru. Makna baptisan bukan pada caranya melainkan dasar pelaksanaannya. Baptisan menjadi suatu ikatan kebersamaan yang terus saling menopang. Mulai dari rumah di mana suami-istri menghargai peran pasangannya, bukan saling menyakiti. Gambaran tubuh menunjukkan peran setiap anggota tubuh secara tepat dan berguna sebagai Tubuh Kristus. Ini karena setiap anggota tubuh Kristus minum dari Roh yang sama (Yoh.7:37). Kesejajaran dalam berkarya yang diawali dari rumah menjadi kegembiraan, sebab bila kehadiran kita memberi arti bagi pasangan, anggota keluarga dan persekutuan umat yang memuliakan Kristus.

KJ.441 : 3
Doa : (Tuhan berilah kami pengertian bahwa dalam kehidupan ini, kami berarti bagi sesama).


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *