Selasa , 27 Maret 2018 – Renungan Pagi

31 Kali dibaca, Diterbitkan: 27 March 2018        


 

Minggu I Pra Paskah

Selasa , 27 Maret 2018
Renungan Pagi

IA SELALU MAU HADIR DAN TERLIBAT

Matius 14:32-33
“Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah” (ayat 32)

Jika kita perhatikan saat ini, banyak orang lebih mengutamakan membangun komunikasi dengan sahabat, karib atau relasi semata. Apalagi dukungan teknologi media sosial, membuat banyak orang larut dalam keasyikan saling menyapa dan bercerita dengan sesamanya bahkan ketika sedang beribadah. Seharusnya bagi orang percaya, berkomunikasi atau membangun hubungan dengan Tuhan adalah menjadi sebuah kebutuhan paling utama. Sebab dalam hubungan yang erat dengan Tuhan atau hidup intim dengan-Nya, maka manusia akan dapat mengenal Tuhan yang sangat memahami apa yang jadi kebutuhan dan kesulitan kita.

Kita mesti belajar dari Petrus. Berdasarkan ayat sebelumnya kita melihat bagaimana usahanya untuk menghampiri Yesus, sepertinya hendak membawa Yesus naik ke perahu dan melibatkan Yesus membantu mereka dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Ketika Kristus dan Petrus naik ke perahu (ay.32), saat itu juga angin reda. Itu berarti kehadiran dan keterlibatan-Nya memberi ketenangan dan jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Setelah itu, hal yang menarik adalah pengakuan para murid yang mengatakan, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah”. Sebelumnya mereka tidak mengenal Dia. Bahkan saat badai menerpa, menyebut-Nya hantu. Jadi di sini mereka benar-benar mengenal dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Ada dua hal yang penting dari bacaan kita, pertama bagaimana upaya Petrus yang bukan sekadarnya dalam menemui dan melibatkan Yesus. Demikianlah kita hendaknya memahami bahwa sungguh Dia mau datang dan terlibat untuk memberi ketenangan dan solusi dalam setiap masalah, termasuk saat badai kehidupan yang kita hadapi. Karena itu mari kita selalu datang dan menghadirkan-Nya. Kedua, bagaimana kita menyembah Dia dalam pengakuan dan ucapan syukur. Ada banyak orang yang sudah ditolong Tuhan tidak menyembah Tuhan dan lebih parah lagi ada yang sama sekali melupakan kebaikan Tuhan. Dengan menyembah Tuhan kita dapat merasakan hadirat Tuhan dalam hidup kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *