SELASA, 31 JULI 2018 – Renungan Malam

49 Kali dibaca, Diterbitkan: 31 July 2018        


 

SELASA, 31 JULI 2018
Renungan Malam

KJ.393 : 1 – Berdoa

SUKACITA DENGAN SESAMA

Kejadian 21:4-7
“Berkatalah Sara: Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.” (ay.6)

Seorang anak berkata kepada ibunya bahwa untuk merayakan hari ulang tahunnya tahun ini, ia akan mengundang sejumlah temannya berenang bersama di sebuah hotel. Tindakan si anak itu terjadi karena ia ingin membagi sukacitanya dengan orang-orang yang dekat dengannya. Ia tidak mau menikmati sukacitanya sendiri, karena sudah tentu itu tidak menyenangkan, apalagi cuma dengan orangtuanya saja. Setiap saat mereka sudah bersamanya membagi sukacita dan kesenangannya. Ia ingin agar sukacitanya dirasakan juga oleh teman-temannya. Ini sangat manusiawi sekali, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan hanya individual.

Suka cita yang Sara rasakan, bahwa ia tertawa ketika dijanjikan akan melahirkan seorang anak laki-laki (Kejadian 18:12-13), juga disadarinya sebagai sukacita bagi banyak orang juga. Dalam sukacitanya, Sara sadar akan keberadaannya dengan sesamanya yang lain. Sara sadar bahwa sukacitanya juga sukacita orang lain. Sara dan Abraham sadar bahwa sukacita mereka itu, bukanlah sukacita mereka sendiri, akan tetapi sukacita banyak orang sebagai kenyataan sosial.

Individu dan sosial adalah dua sisi dari satu mata uang. Seseorang tidak bisa hidup hanya bagi dirinya sendiri. Ia lahir dari seorang perempuan dan ketika lahir, ia juga membutuhkan orang lain untuk memberinya makan. Jadi hidup yang berpusat pada diri sendiri, bukanlah hidup yang sejati. Juga ketika kekayaan dicari hanya dipahami seseorang hanya bagi diri sendiri, maka tidak ada sukacita sama sekali. Suka cita hanya menjadi utuh ketika dibagi dengan sesama. Banyak persoalan dalam kehidupan manusia terjadi ketika orang hanya berpikir bagi dirinya sendiri. Padahal dengan mengosongkan diri bagi sesama, seseorang menjadi manusia yang utuh.

KJ.393:2
Doa : (Ajari kami ya Tuhan, untuk berbagi dengan sesama karena itu kehendak Tuhan bagi kami sebagai manusia)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *