SELASA, 4 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

17 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 September 2018        


 

KJ.379 : 6 – Berdoa

TUHAN MENGHUKUM KETIDAKADILAN

Habakuk 2 :1 – 5
Lalu TUHAN menjawab aku demikian : “Tuliskanlah (ay.2)

Habakuk, menunggu jawaban Tuhan atas pengaduannya, atas keberatan hatinya melihat ketidakadilan yang dialami orang benar. Ia berdiri di tempat pengintaian, berdiri tegak di menara, meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan Tuhan kepadanya sebagai jawaban atas pengaduannya. Tuhan menjawabnya.

Apakah benar pikiran Habakuk bahwa Tuhan berdiam diri memandangi kejahatan dan ketidakadilan berlaku di dunia ini? Tentu tidak. Tuhan sendiri akan menegakkan keadilan-Nya dan menghukum pelaku kejahatan dan ketidakadilan. Inilah jawaban yang diberikan Tuhan bagi Habakuk. Jawaban ini harus dituliskan dan diukir pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Jawaban yang dituliskan ini menjadi ingatan bukan hanya bagi Habakuk pada zamannya, tetapi bagi siapa saja, pada zaman kapanpun agar menjadi pembelajaran bagi setiap orang yang melihatnya.

Benar bahwa jawaban Tuhan itu masih menanti saatnya, tetapi ia akan bersegera menuju kesudahannya, walaupun berlambat-lambat tetapi ia sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Artinya keadilan dan kebenaran akan ditegakkan oleh Tuhan. Cepat atau lambat, Tuhan akan bertindak. Ketika itu datang, tidak seorangpun yang dapat menghambatnya atau melarikan diri dari keadilan Tuhan. Tetapi orang yang benar akan hidup oleh percayanya. Ketika kita menyaksikan kehidupan pelaku kejahatan dan ketidakadilan, kelihatannya lebih baik, lebih sejahtera dan semakin berjaya dibandingkan kehidupan orang benar yang biasa-biasa saja, sederhana, miskin dan menderita. Hal ini menyebabkan para pelaku kejahatan dan ketidakadilan tetap melakukan kejahatannya.

Mereka merasa bahwa tidak ada kekuatan manapun yang dapat menghentikan mereka. Menurut kita benarkah mereka akan tetap berjaya? Kalau kita bijaksana merefleksikan kenyataan di dalam kehidupan ini, kita akan mengatakan bahwa Tuhan menegakkan keadilan-Nya dengan menghukum para pelaku kejahatan dan ketidakadilan, cepat atau lambat. Tuhan bertindak. Pada akhirnya para pelaku kejahatan dan ketidakadilan akan hancur binasa. Tetapi orang-orang benar akan hidup oleh percayanya. Ini menjadi bukti nyata bagi kita semua bahwa Tuhan tidak tinggal diam memandang kejahatan dan ketidakadilan.

KJ. 379 : 7
Doa : (Tuhan ajarlah kami untuk hidup di dalam keadilan dan kebenaran-Mu agar kami beroleh hidup di dalam-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *