Selasa, 5 Februari 2019 – Renungan Malam

95 Kali dibaca, Diterbitkan: 5 February 2019        


 

MINGGU IV SESUDAH EPIFANIA

GB 156:1 – Berdoa

MENANG

Hakim-Hakim 11:4-11
Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: “Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead.” (ay.8)

Kebaikan, kebenaran dan ketulusan tak dapat dipenjarakan, karena itu waktu akan membuktikannya. Tua-tua Gilead mencari Yefta untuk menghadapi orang Amon. Mereka bersepakat bahkan berjanji untuk menjadikan Yefta sebagai pemimpin jika. Yefta bersedia ikut berperang melawan bani Amen. Yefta bersedia. lalu terjadilah kemenangan besar. Inilah hadiah istimewa atas sikap mengalah terhadap saudara-saudaranya. Yefta menunjukkan sikap yang baik. Pertama, Yefta tidak menunjukkan perasaan dendam terhadap orang-orang Gilead. Kedua, Yefta tidak menjadi sombong dan arogan dengan merendahkan orang-orang Gilead dan menunjukkan kuasa atas mereka. Ketiga, Yefta merendahkan diri dibawah kuasa Tuhan. Kata Yefa :” Jadi, jika ….Tuhan menyerahkan mereka kepadaku” (ayat 9). Selanjutnya Yefta membawa semua perkaranya itu ke hadapan Tuhan di Mizpa (ayat 11).

Kenyataan dalam hidup ini menunjukkan terjadi ketidakadilan dan kecurangan. Mereka yang berjuang membela yang tertindas dipenjarakan. Mereka yang menyatakan kebenaran diadili dan dihukum. Kenyataan ini menghadirkan sikap apatis, tidak ada harapan untuk kebaikan, bahkan perasaan ingin marah. Mungkin saja kita menjadi pelaku ketidakadilan terhadap sesama. Kita menjadi penyebab munculnya masalah yang menyebabkan orang lain menderita. Kita harus berjiwa besar seperti tua-tua Gilead yang bersedia menjumpai Yefta untuk berdamai. Mereka, memperbaiki yang rusak. Bersedia untuk melakukan pemulihan dan perdamaian. Yefta menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan tidak tidur. Tuhan mempunyai waktu dan cara untuk menyatakan kebenaran-Nya, memberikan kemenangan bagi orang benar dan tulus. Karena itu, di malam menjelang istirahat, mari katakan pada diri kita “Tetaplah menjadi orang yang menyatakan kebenaran, jujur dan berbuat baik, sekalipun dicurangi dan menerima perlakuan yang menyakitkan Tuhan tidak tidur. Tuhan ada untuk memberikan kemenangan”.

GB.156 : 2,3
Doa : (Tuhan, yakinkan kami bahwa Tuhan ada sabagai pembela yang membarikan kemenangan bagi kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *